Pemkot Ternate Bangun Pasar Percontohan di Gamalama
Minggu, 6 September 2015 | 08:56 WIB
Ternate - Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara membangun pasar percontohan tahap III di kawasan Gamalama untuk menampung pedagang tradisional yang belum mendapatkan tempat layak.
Pekan ketiga September 2015 proyek pembangunan tahap III pasar percontohan sudah dikerjakan dan proyek pembangunan menggunakan anggaran dari Kementerian Perdagangan senilai Rp10 miliar dengan waktu pekerjaannya diproyeksikan selama empat bulan. Hal itu diungkapkan Kadis Pasar Kota Ternate, Nuryadin Rachman di Ternate, Minggu (6/9).
"Anggaran dan lahannya sangat terbatas maka pihaknya bersama Konsultan Perencana maupun Bidang Perdagangan bersepakat untuk memaksimalkan anggaran tersebut," katanya.
Untuk rencana pembangunan lanjutan pasar tersebut sedikit mengalami perubahan konstruksi, yakni ada penambahan musala yang di desain khusus di lantai II.
"Dalam proyek itu, Dinas Pasar usulkan penambahan pembangunan musala dan berada di posisi lantai II telah disepakati dari Konsultan Perencanaan, kemudian dari Perdagangan sudah setuju, saya kira tinggal beberapa hari ke depan setelah perencanaan selesai maka siap dibangun pada minggu ketiga," katanya.
Menurutnya, konstruksi pasar tersebut hanya satu lantai, terkecuali musala yang di desain berada pada lantai dua. Untuk penempatan pedagang sendiri ditampung berdasarkan data terakhir yang diterima Dinas Pasar dimasukkan dalam berdasarkan data terakhir pembongkaran.
Setelah perencanaan teknis itu selesai dilaksanakan pembangunan, baru pihaknya meluncurkan Kartu Identitas Jaminan (KIJ), sehingga para pedagang yang berjualan di lokasi itu merasa terjamin.
"Hingga saat ini DInas Pasar belum mengetahui berapa jumlah lapak yang nanti dibangun, namun pembangunan tahap tiga pasar percontohan itu dipastikan dapat menampung para pedangang yang lokasinya telah dibongkar," ujar Nuryadin.
Ia memastikan kapasitas pedagang yang dibongkar itu bisa terpenuhi, kapasitas yang tong bongkar itu sekitar 40 pedagang yang jenisnya sudah terindifikasi dan untuk pasar ikan kering akan dipindahkan ke lantai dua pasar higienis, jadi di atas itu semua ikan kering.
"Kemudian, bagi pedagang sayur asal Manado berupa kol, kentang, wortel dan sebagaimana yang dibagian belakang akan dipindahkan ke dalam pasar yang sementara dibangun," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




