Bangun LRT, Jakpro Disuntik Modal Rp 1 T

Senin, 7 September 2015 | 23:21 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Ilustrasi Light Rail Transit (LRT)
Ilustrasi Light Rail Transit (LRT) (Beritasatu.com)

Jakarta - Setelah memberikan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dalam APBD DKI 2015 sebesar Rp 2 triliun, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama merencanakan kembali memberikan dana PMP kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebesar Rp 1 triliun.

Penambahan dana PMP tersebut akan dialokasikan dalam APBD Perubahan DKI 2015 yang saat ini sedang dibahas Pemprov DKI Jakarta.

"Kami berencana menyuntikkan PMP sebesar Rp 1 triliun untuk PT Jakpro dalam APBD Perubahan 2015," kata Basuki di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (7/9).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan berdasarkan Perda tentang PMP PT Jakpro, besaran dana PMP yang diberikan ke BUMD tersebut mencapai Rp 10 triliun. Hingga saat ini, Pemprov DKI baru mengucurkan Rp 2 triliun saja.

Bila rencana pemberian PMP kepada PT Jakpro dalam APBD Perubahan 2015 disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), maka total PMP yang sudah diberikan Pemprov DKI sebesar Rp 3 triliun. Artinya masih ada Rp 7 triliun lagi yang harus digelontorkan Pemprov DKI kepada PT Jakpro.

Karena itu, lanjutnya, Basuki kembali akan mengalokasikan pemberian PMP kepada perusahaan yang bergerak di bidang properti dan pembangunan infrastruktur ini di APBD DKI 2016. Rencananya dana PMP dalam APBD DKI 2016 akan digunakan untuk merealisasikan proyek pembangunan Light Rapid Transit (LRT) di DKI Jakarta.

"Uang untuk Jakpro membangun LRT akan kami anggarkan dalam APBD DKI 2016. Sekarang kami minta mereka fokus dulu membangun wisma atlet untuk Asian Games," ujarnya.

Sayangnya Basuki belum mau memberikan bocoran besaran dana PMP yang akan diberikan kepada PT Jakpro pada APBD DKI 2016. Namun yang pasti, Basuki optimis Jakpro dapat merealisasikan pembangunan LRT dengan suntikan PMP dalam jumlah yang besar.

Pencanangan LRT DKI akan dilaksanakan bersamaan dengan groundbreaking Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 15 September mendatang. Sedangkan pembangunan LRT ditargetkan dapat dimulai pada awal tahun 2016.

"Pencanangannya bulan ini, tetapi pelaksanaan kami targetkan mulai awal tahun 2016," ungkapnya.

Direktur Utama PT Jakpro, Abdul Hadi mengatakan pihaknya siap melaksanakan pembangunan LRT sesuai dengan penunjukan Presiden RI yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang baru dikeluarkan.

"Proyek yang mau dicanangkan tahun ini kan bukan hanya LRT. Tetapi ada juga pembangunan Wisma Atlet dan Rusunawa di Ujung Menteng. Tetapi untuk pencanangannya di satu lokasi, di Kemayoran. Kemarin kami sudah mendapat surat dari Mensesneg untuk proses hibah paralel," kata Hadi.

Hingga saat ini, lanjutnya, pihaknya telah menyiapkan manajemen proyek untuk pelaksanaan tender LRT DKI. Salah satu bagian dari proses perencanaan tersebut adalah pembangunan trase LRT.

Untuk pembangunan trase LRT, Jakpro telah berkoordinasi dan meminta persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Dia mengklaim telah mengantongi seluruh persyaratan legal dan teknis untuk membangun LRT.

"Kami sudah koordinasi dan minta persetujuan dari Kemenhub. Yang pasti, semua kebutuhan untuk persyaratan legal dan teknis akan kami penuhi," ungkapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon