Penyuluhan Anti Narkoba Warnai Masa Orientasi Mahasiswa Trisakti
Rabu, 9 September 2015 | 19:21 WIB
Jakarta - Kegiatan Orientasi Pengenalan Kampus atau yang lebih dikenal ospek jarang terlepas dari istilah senior, junior, uji mental dan lain sebagainya.
Dalam ospek, berbagai macam tindakan dilakukan senior kepada juniornya. Mulai dari penggunaan atribut yang mencolok, hingga terkadang kegiatan yang mengarah pada kekerasan fisik dan pelecehan.
Semua tentunya sudah menjadi catatan hitam bagi citra pendidikan di Indonesia. Lembaga pendidikan yang harusnya mendidik serta mengajarkan pengetahuan dan budi pekerti malah membuka lembaran barunya dengan kekerasan dan perpeloncoan.
Namun demikian, upaya berbeda kini diterapkan Universitas Trisakti (Usakti). Dalam setiap kegiatan Pengenalan Program Studi Mahasiswa Baru (PPSMB) dan Pengenalan Program Studi dan Program Pendidikan (PPSPP) mengusung tema yang ditujukan untuk membangun budaya tertib kampus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Trisakti, Hein Wangania, menjelaskan, ketimbang melakukan perpeloncoan yang mengarah pada kekerasan fisik, Usakti justru mengisi masa orientasi mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan yang lebih berbobot.
Diantaranya Penyuluhan Anti Narkoba dan kegiatan Orientasi Reformis Muda Trisakti yang merupakan motivasi yang diberikan kepada mahasiswa baru. Semua untuk menunjukan nilai ketrisaktian dan bagaimana mahasiswa trisakti itu seharusnya, dengan mendatangkan nara sumber dari Menteri-Menteri hingga alumni Usakti yang sudah mapan.
"Pada kegiatan PPSMB di kampus kami tidak ada kegiatan yang mengarah pada Bullying dan kekerasan, hal ini sudah terlihat dari atribut yang dikenakan pada mahasiswa baru tidak menunjukan adanya perpeloncoan," kata Hein dalam keterangannya, Rabu (9/9).
Dijelaskan, dalam masa PPSMB Usakti, mahasiswa baru tidak ada yang mengenakan atribut tidak wajar seperti memakai topi kerucut dari karton, mengikat sampah di pinggang dan lain sebagainya, terutama yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan.
"Yang terpenting dalam masa pengenalan, isinya tentang perkenalan akademik dan kampus. Kami juga memfokuskan PPSMB untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru, agar dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus, terutama kegiatan pembelajaran dan kemahasiswaan," ujarnya.
Presiden Mahasiswa Usakti, Puri Andamas, menuturkan, dalam kegiatan PPSMB, mahasiswa baru hanya diwajibkan menggunakan seragam hitam putih tanpa atribut-atribut yang aneh-aneh.
"Kami tidak menginginkan ada senioritas antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Justru kami ingin memperkenalkan adik-adik tentang dunia perkuliahan yang tentunya tidak sama dengan masa di SMA," kata Puri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




