Dinas Pendidikan Jambi Kian Panik Hadapi Asap

Rabu, 9 September 2015 | 21:52 WIB
RS
YD
Penulis: Radesman Saragih | Editor: YUD
Pengendara melintas dengan kondisi kabut asap tebal di Provinsi Jambi, 30 Juni 2015.
Pengendara melintas dengan kondisi kabut asap tebal di Provinsi Jambi, 30 Juni 2015. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Jambi - Jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi kian panik menghadapi asap tebal yang masih terus melanda kota itu. Asap tebal yang masih terus menyelimuti kota itu menyebabkan Disdik Kota Jambi terpaksa meliburkan sekolah secara berselang-seling atau tidak menentu.

Berdasarkan pantauan SP di Kota Jambi, Disdik Kota Jambi sudah beberapa kali mengadakan libur sekolah secara tidak menentu selama dua pekan terakhir. Beberapa kali sekolah diliburkan selama dua hari, lalu sekolah normal kembali sehari. Kemudian libur sekolah dilakukan sehari dan esoknya lagi sekolah masuk.

Disdik Kota Jambi meliburkan seluruh sekolah, Jumat – Sabtu (4 - 5/9) akibat asap tebal. Kemudian seluruh sekolah musuk lagi Senin (7/9) kendati asap masih tebal. Melihat kondisi asap masih tebal, sekolah diliburkan lagi Selasa (8/9). Sekolah di kota itu masuk kembali Rabu (9/9) dalam kondisi asap masih tebal. Karena asap masih tebal, akhirnya Disdik Kota Jambi pun terpaksa meliburkan seluruh sekolah selama dua hari, Kamis – Jumat (10 – 11/9).

"Kebijakan Disdik Kota Jambi meliburkan sekolah secara tidak menentu selama bencana asap ini membingungkan. Banyak anak-anak tidak tahu pengumuman libur sekolah untuk esok harinya karena pengumuman libur sekolah dilakukan hanya melalui media sosial dan dari mulut ke mulut malam hari. Akibatnya banyak siswa hadir ke sekolah pagi dan terpaksa langsung pulang karena sekolah ternyata diliburkan,"kata Martde (40), warga Kota Jambi.

Sementara itu pihak sekolah di Kota Jambi mengalami kesulitan menyikapi pemberitahuan libur sekolah yang dilakukan Diknas Kota Jambi malam hari. Kepala Sekolah Yayasan Pendidikan Yadika Kota Jambi, F Sinaga kepada SP di Kota Jambi, Rabu (9/9) malam mengatakan, pihaknya baru mendapatkan pesan dari Kepala Diknas Kota Jambi, Syaiful Huda Rabu (9/9) malam mengenai libur sekolah selama dua hari, Kamis – Jumat (10 – 11/9) malam.

Pemberitahuan libur sekolah tersebut membuat pihak Yayasan Pendidikan Yadika Jambi kesulitan memberitahukan libur sekolah tersebut kepada para siswa agar tidak datang ke sekolah Kamis – Jumat (10 - 11/9).

"Siswa sudah banyak menanyakan kepada saya melalui pesan singkat telepon genggam (short message sent/SMS) mengenai libur sekolah Kamis – Jumat. Para siswa menanyakan libur tersebut karena mereka mendapat informasi libur sekolah dari media sosial, televisi lokal dan teman – teman mereka. Saya pun terpaksa memberitahukan libur sekolah kepada beberapa siswa melalui SMS, Rabu malam. Kondisi ini pasti membuat siswa banyak yang datang ke sekolah Kamis pagi,"katanya.

Sementara itu Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Abubakar mengatakan, seluruh sekolah di Kota Jambi diliburkan kembali dua hari, Kamis - Jumat (20 – 11/9) menyikapi indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Jambi yang telah mencapai 324 Polutan Standar Indeks (PSI). ISPU yang cukup tinggi tersebut menunjukkan bahwa udara di Kota Jambi berbahaya, sehingga sekolah harus diliburkan kembali.

Dijelaskan, asap tebal yang masih terus menyelimuti Kota Jambi membuat ISPU di kota itu meningkat setiap hari. ISPU di Kota Jambi Sabtu (5/9) baru mencapai 150 PSI atau kategori udara tidak sehat. Kemudian ISPU meningkat menjadi 215 PSI, Senin (7/9), 291 PSI, Selasa (8/9) dan 324 PSI, Rabu (9/9). ISPU tersebut diperkirakan masih meningkat karena asap tebal masih menyelimuti kota itu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon