Ini Cara Mencegah Seseorang Bunuh Diri

Jumat, 11 September 2015 | 16:39 WIB
CO
YD
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: YUD
Ilustrasi bunuh diri menggunakan pistol
Ilustrasi bunuh diri menggunakan pistol (Istimewa)

Jakarta - Mencegah kejadian bunuh diri dapat dilakukan dengan mengulurkan tangan kepada orang-orang yang beresiko tinggi bunuh diri.

"Bila menemukan orang dengan ciri risiko tinggi ingin bunuh diri, dengarkan dengan penuh perhatian dan biarkan dia berbicara mengenai perasaannya," ujar Direktur Kesehatan Jiwa Ditjen Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr. Eka Viora Sp.KJ., di Jakarta, Jumat (11/9).

Menurut dr. Eka, coba kenali masalah dan memahami perasaan orang tersebut. Hargai pemikirannya dan jangan menyalahkan keputusan mereka untuk bunuh diri.

"Telusuri situasi yang dialaminya sekarang dan pengalaman serta keyakinannya di masa lalu. Lalu telusuri pilihan alternatif positif yang mungkin dan dapat dilakukan sesuai diri, nilai, dan hal yang disenangi orang itu," lanjutnya.

Dr. Eka mengatakan pentingnya memberi harapan dan optimisme kepada mereka yang ingin bunuh diri. Penting juga untuk membantu mereka mengurangi beban pikirannya.

"Rujuk mereka kepada konselor atau tenaga kesehatan jiwa. Dan terus dampingi dan bantu mereka dengan segala cara yang mungkin dilakukan," ujar dr. Eka.

Ketua Seksi Publikasi dan Komunikasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia, dr. Albert Maramis, Sp.KJ juga mengatakan hal serupa mengenai pentingnya mengulurkan tangan dan menawarkan dukungan untuk menyelamatkan orang yang ingin bunuh diri.

"Kita dapat menjadi pendengar aktif dan terlibat dengan mereka dengan cara yang suportif dan tidak menghakimi," ujar dr. Albert.

dr. Albert juga menyarankan untuk menghubungkan orang yang ingin bunuh diri dengan layanan profesional untuk memastikan orang tersebut mendapatkan penanganan semestinya.

Selain itu, menurut dr. Albert, sama pentingnya untuk mengulurkan tangan kepada orang-orang yang berduka karena ditinggal anggota keluarganya bunuh diri.

"Keluarga yang ditinggal anggota keluarganya bunuh diri jangan dijauhi. Karena ada persepsi budaya bahwa keluarga yang ditinggal mati bunuh diri merupakan aib. Itu menjadikan beban keluarga menjadi dua kali lipat," tutup dr. Albert.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon