Basuki Heran Ada yang Protes Ingub Soal Daging Kurban

Jumat, 11 September 2015 | 18:35 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Sejumlah panitia mempersiapkan pembagian daging kurban.
Sejumlah panitia mempersiapkan pembagian daging kurban. (Antara/Ampelsa)

Jakarta - Adanya protes dari kalangan masyarakat dan DPRD DKI terkait Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan dan Pemotongan Hewan, membuat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama heran.

Pasalnya, Ingub itu dikeluarkan untuk melindungi warga, khususnya kaum duafa, agar dapat mengonsumsi hewan kurban yang sehat.

"Sebenarnya prinsip kita aturan itu bukan dilonggarkan sih. Masyarakan kita kan males ke tempat yang jauh. Ya sudah, kalau masih mau, kita kirim petugas bertahap. Inti Ingub dulu kan, jangan sampai ada sapi berpenyakit dikonsumsi oleh warga," kata Basuki, di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (11/9).

Dia sendiri merasa kasihan kaum duafa yang menerima daging hewan kurban, mendapatkan daging yang tidak sehat. Kalau dirinya lebih memilih memberikan daging hewan kurban yang sehat daripada yang tidak sehat.

"Namanya juga sedekah, yang nerima kan rata-rata kaum duafa. Sudah kaum duafa kalau terima daging penyakit apa enggak kasihan? Saya lebih tidak kasih daging yang tidak sehat. Makanya kita harus terkoordinasi satu tempat. Tapi Jakarta, orangnya emang susah. Diplintir-plintir. Masih ngotot di sekolah. Ya sudah musti ditungguin," jelasnya.

Padahal, lanjutnya, di rumah pemotongan hewan (RPH), Pemprov DKI memberikan tempat berjualan gratis kepada para pedagang hewan kurban musiman. Tetapi, karena mereka tidak mau berjualan di tempat yang jauh, begitu juga warga Jakarta tidak mau membeli hewan kurban di tempat yang jauh, maka tetap bermunculan para pedagang hewan kurban di pinggir jalan.

"Malahan RPH di PD Dharma Jaya kita kasih anda gratis untuk jualan. Ini kan yang ngelapak dapat duit. Kamu tanya aja pedagang sapi, nyetor enggak kalau jualan di pinggir jalan? Nyetor ke ormas atau orang, saya enggak tahu. Coba ngomong jujur sama dia," tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon