Konser Bon Jovi, Arus Lalin Sekitar Senayan Macet
Jumat, 11 September 2015 | 18:48 WIB
Jakarta - Pecinta grup band asal Amerika Serikat, Bon Jovi, mulai berdatangan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat. Imbasnya, kemacetan terjadi di sekitar Senayan.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, kemacetan sudah mulai terjadi mulai dari depan Hotel Sultan hingga pintu masuk SUGBK di depan TVRI. Polisi memberlakukan buka-tutup jalur untuk mengantisipasi makin panjangannya antrean kendaraan.
"Kami lakukan buka-tutup jalur. Ini sudah lima kali kami tutup," ujar Kepala Seksi Pelanggaran (Kasi Gar) Sub Direktorat Penegakan Hukum (Subditgakum) Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Salam, kepada Beritasatu.com, di depan JCC, Senayan, Jumat (11/9).
Ia menambahkan, jika terjadi kepadatan kendaraan polisi mengarahkan kendaraan untuk lurus lewat Manggala Wanabhakti belok ke kiri menuju Stasiun Palmerah, kemudian belok kiri menuju belakang DPR-MPR, Lapangan Tembak, dan kembali ke Senayan.
"Ini supaya tidak panjang saja antreannya. Tarik-ulur saja. Kalau lancar kami buka kembali," ungkapnya.
Ia menyampaikan, sebagian besar kendaraan memarkir kendaraan di Parkir Timur Senayan.
"Kalau sudah selesai saya rasa sudah tidak masalah. Ini macet karena semuanya menuju satu titik," tandasnya.
Sementara itu, arus lalu lintas di depan DPR-MPR terpantau ramai lancar. Kemacetan, baru kembali terjadi di depan Stasiun Palmerah, belakang DPR MPR, hingga depan TVRI.
Banyak pengendara yang nekat memilih memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Akibatnya, kemacetan semakin parah.
Ada juga, penonton yang memarkir kendaraan di gedung-gedung sekitar Senayan dan memilih jalan kaki menuju SUGBK.
Menurut informasi yang dihimpun, Bon Jovi baru akan memulai konsernya sekitar pukul 20.00 WIB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




