Tumbuhkan Nasionalisme Generasi Muda Lewat Seni dan Budaya

Sabtu, 12 September 2015 | 21:15 WIB
AP
B
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: B1
Menko Pembangunan Manusia daan Kebudayaan Puan Maharani memberikan Piala kepada salah satu peserta lomba Cipta Seni Pelajar Nasional 2015 di Istana Kepresidenan, Cipanas, Jawa Barat, 12 September 2015
Menko Pembangunan Manusia daan Kebudayaan Puan Maharani memberikan Piala kepada salah satu peserta lomba Cipta Seni Pelajar Nasional 2015 di Istana Kepresidenan, Cipanas, Jawa Barat, 12 September 2015 (Suara Pembaruan/Asni Ovier)

Cipanas - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, mengatakan, generasi muda terutama anak-anak sangat penting untuk mengenal dan mempelajari seni dan budaya yang hidup dalam kearifan lokal yang tersebar di seluruh penjuru nusantara. Pelajaran seni dan budaya itu bisa menimbulkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.

Hal itu disampaikan Puan dalam acara lomba Cipta Seni Pelajar Nasional 2015 di Istana Kepresidenan, Cipanas, Jawa Barat, Sabtu (12/9). Hadir pula dalam acara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan dan sejumlah budayawan.

"Mereka, para generasi muda, harus memiliki jiwa nasionalisme, yang salah satunya bisa ditanamkan melalui seni dan budaya," kata Puan.

Selain itu, seni dan budaya sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda dan anak-anak sebagai bagian dari pembentukan karakter bangsa. Melalui seni dan budaya, Puan melanjutkan, kita bisa mengajarkan generasi muda dan anak-anak untuk mengenal keberagaman.

"Bersosialisasi dengan siapa saja tanpa ada sekat, menyatu dengan semua manusia, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri tanpa membedakan dari mana dia berasal," ujarnya.

Oleh karena itu,sangat penting untuk memberikan pengenalan seni dan budaya sejak anak-anak. Sebab, generasi muda dan anak-anak Indonesia perlu dibekali dan diajarkan seni dan budaya lokal.

"Dengan begitu, kepribadian dan karakter kita sebagai bangsa Indonesia akan tumbuh. Ini yang harus saya tekankan kepada generasi muda dan anak-anak di tengah arus globalisasi. Kita tidak boleh meninggalkan dan melupakan kearifan lokal yang ada pada budaya dan seni," tutur Puan.

Menurutnya, semakin majunya teknologi, terutama media telekomunikasi dan informatika, telah banyak memberikan dampak negatif.

"Namun, kemajuan teknologi tentu tidak bisa kita cegah. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para pelajar agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk suatu yang bermanfaat, salah satunya menciptakan karya seni yang lebih berkualitas," kata Puan.

Dikatakan pula, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla memiliki komitmen yang sungguh-sungguh terhadap perkembangan seni dan budaya. Di samping itu, pemerintah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter bangsa melalui gerakan Revolusi Mental.

Menurut Puan, lomba Cipta Seni Pelajar Nasional bertujuan sebagai sarana bagi pelajar mulai dari tingkat SD dan SMP di Indonesia guna menampilkan kemampuan kreativitas berkesenian secara kompetitif dan sekaligus sebagai upaya mendorong pengembangan karakter generasi muda yang seimbang antara logika, etika, dan estetika.

"Oleh karena itu, saya harapkan agar kegiatan ini tidak hanya sebuah perlombaan dan pementasan karya seni yang biasa dinikmati nilai estetikanya, tetapi yang paling penting dalam perlombaan ini terkandung suatu pesan moral dan spiritual yang kontekstual dan relevan, yang dapat dijadikan sebagai sebuah media‎ pendidikan dan ajang kreatifitas pelajar. Juga sebagai instrumen yang dapat digunakan untuk membentuk karakter bangsa," tutur Puan.

Melalui lomba cipta seni, katanya, pemerintah berharap generasi muda dan anak-anak dapat menerapkan nilai utama Revolusi Mental.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon