Sekolah Ipeka Plus BSD Usung Konsep "Ecoliteracy Studies"

Sabtu, 12 September 2015 | 22:35 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Sekolah Ipeka Plus BSD mengedepankan metode pembelajaran
Sekolah Ipeka Plus BSD mengedepankan metode pembelajaran "Ipeka Ecoliteracy Studies" (IES) dengan menggunakan lima situs pembelajaran lingkungan alam di luar kelas. Tampak beberapa siswa melakukan kegiatan pembelajaran di situs Agriscience, dimana siswa sekolah Ipeka Plus BSD belajar mengenai cara bertanam Hidroponik. (Istimewa)

Jakarta - Organisasi nirlaba yang berbasis pelayanan pada bidang pendidikan, Yayasan Iman, Pengharapan, dan Kasih (Ipeka), resmi mengoperasikan sekolah Kristen Ipeka Plus BSD yang berlokasi di BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9). Sekolah yang mengedepankan metode pembelajaran "Ecoliteracy Studies" ini, merupakan sekolah pertama di Jakarta yang memiliki konsep sekolah formal berwawasan lingkungan.

Sekolah yang memiliki luas bangunan 12,100 meter persegi (m2), dan berdiri di atas tanah seluas 2 hektare (ha) ini, menyediakan jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Sekolah ini pun menjadi sarana pendidikan ke-12 milik Yayasan Ipeka.

Direktur Utama Operasional Ipeka, Petroes S. Soeryo, mengatakan, dari beberapa hasil penelitian pendidikan, para ahli menyimpulkan bahwa proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan alam akan meningkatkan semangat belajar dan prestasi siswa.

"Kami meyakini bahwa siswa akan belajar lebih optimal apabila diberikan pengalaman menggunakan pengetahuan secara langsung dalam bentuk proyek-proyek pembelajaran integratif yang berhubungan dengan pengetahuan tersebut," ujar Petroes dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/9).

Sekolah ini, lanjut dia, mengusung metode pembelajaran yang dinamakan "Ipeka Ecoliteracy Studies" (IES). IES sendiri, jelas Petroes, merupakan program pembelajaran menggunakan situs pembelajaran lingkungan alam di luar kelas.

"Melalui cara pembelajaran ini, siswa dididik agar memiliki wawasan dan tanggung jawab yang tinggi terhadap alam sekaligus mempraktekkan segala pengetahuan yang dipelajari di kelas dalam bentuk proyek pembelajaran integratif antar disiplin ilmu di setiap situs pembelajaran yang disediakan yang antara lain adalah Weather and Climate site, Agriscience, Water Conservation site, Renewable Energy site, dan Recycle site," kata Petroes.

Ipeka

Tak hanya mengusung konsep IES, sekolah ini juga memiliki dua metode pembelajaran lainnya, yaitu Ipeka Christian Education Curriculum (ICE Curriculum) dan Ipeka English Program (IEP). Sekolah Ipeka, kata Petroes, selama ini dikenal masyarakat luas sebagai sekolah yang memiliki tradisi legacies (warisan) luhur yang antara lain berupa keunggulan akademis, keunggulan dalam pembinaan spiritual dan keunggulan dalam pendidikan karakter.

"Keunggulan itu bukan klaim dari kami tetapi terbukti dari para siswa yang berhasil dibina dan dididik di seluruh sekolah Kristen Ipeka hingga kemudian berhasil melahirkan siswa-siswi yang berprestasi baik ditingkat nasional maupun internasional," tambah Petroes.

Ketua Yayasan Ipeka, Erwin Wijaya, mengatakan, melihat kredibilitas yang demikian, tak ayal jika visi misi Ipeka adalah menjadi lembaga pendidikan Kristen unggulan yang menyatakan Kristus sebagai sumber hikmat dan pengetahuan dengan mendidik para siswa secara utuh dengan berlandaskan nilai kristiani.

"Kami menerapkan pendidikan yang integral antara iman dan ilmu pengetahuan karena kami ingin setiap siswa-siswi Sekolah Kristen Ipeka tumbuh didalam pengetahuan, memiliki karakter yang baik dan berkembang dalam iman atau kerohanian," jelas dia.

Oleh karena itu, lanjut Erwin, untuk menunjang pendidikan tersebut diperlukan tenaga pengajar yang ahli dibidangnya. Yayasan IPEKA merekrut guru dan para pemimpin yang melayani di Ipeka Plus BSD ini satu tahun lebih awal sebelum sekolah beroperasi.

"Guru-guru yang telah dipersiapkan satu tahun lebih awal ini, terdiri dari guru-guru terbaik yang sudah melayani beberapa tahun di lingkungan IPEKA dan guru-guru rekrutmen baru yang berkualitas dan lulus dari seleksi khusus," papar Erwin.

Selama satu tahun tersebut, lanjut dia, para guru tersebut dibekali pelatihan dalam hal kemampuan mengajar secara umum dan secara khusus juga dilatih untuk dapat menerapkan keunikan konsep pembelajaran sekolah Ipeka Plus BSD.

"Kami tidak mendesain gedung sekolah kami menjadi pondok rumah kayu, gedung sekolah kami modern namun memiliki situs pembelajaran alam yang menarik di halaman sekolahnya. Kami memberikan pendidikan berwawasan lingkungan bagi 'anak kota' yang biasanya terjebak dalam kecanggihan teknologi dengan upaya mendorong mereka untuk berinteraksi dengan alam melalui fasilitas yang kami sediakan. Keunggulan itulah yang membuat Ipeka Plus BSD berbeda dengan sekolah alam yang umum dikenal di Indonesia," tambah Erwin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon