Ratusan Warga Saung Naga Padamkan Kebakaran Hutan
Minggu, 13 September 2015 | 01:39 WIB
Baturaja - Ratusan warga Desa Saung Naga, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Sabtu berupaya keras memadamkan kebakaran hutan yang hanya berjarak beberapa meter dari perkampungan di desa mereka.
Warga berjibaku memadamkan api yang membakar hutan dan semak belukar dengan peralatan seadanya untuk menjaga agar api tidak meluas, karena hanya berjarak beberapa meter dari permukiman warga.
Menurut Eko (47), warga setempat bahwa di Kecamatan Peninjauan telah disiapkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar), namun saat terjadi kebakaran hutan yang nyaris melalap permukiman pada siang hari di Desa Saung Naga, mobil tersebut sedang tidak berada di tempat, sehingga ratusan warga harus berjibaku selama dua jam untuk memadamkan kobaran api.
Sementara, ketika api yang membakar hutan sudah mulai reda, baru kendaraan Damkar datang langsung dipasang selang, ternyata airnya sudah habis, ungkap Eko.
Menurut dia, sudah lambat datang tangki airnya juga kosong, bahkan selang yang digunakan bocor. Untung mobil Damkar dari PT Talisman cepat datang membantu memadamkan api.
Selanjutnya, kata dia, selama dua jam mulai pukul 15.15 sampai pukul 17.12 WIB, dua unit Damkar silih berganti baik itu dari Kecamatan Peninjauan maupun milik PT Talisman yang membantu memadamkan api, akhirnya bisa dijinakan tidak meluas ke pemukiman warga.
Pantauan di lapangan, puluhan pohon buah-buahan, seperti duku, rambutan, manggis dan tanaman pekarangan warga setempat tidak terselamatkan, karena ikut terbakar.
Sementara, Ketua Komisi I DPRD Ogan Komering Ulu (OKU), Yopi Sahrudin, dihubungi melalui telepon genggam mengenai keterlambatan mobil unit damkar mengatakan bahwa sangat menyayangkan ketidak siapan petugas ditempatkan di kecamatan.
Menurut dia, seharusnya dengan keadaan cuaca kemarau seperti sekarang ini petugas pemadam kebakaran ditempatkan di kecamatan seluruh Kabupaten OKU harus selalu siaga, personel dan peralatan, mobil damkar harus siap, terlebih lagi tangki air harus dalam keadaan penuh.
Ia berharap, pihak terkait untuk mengevaluasi setiap unit mobil damkar, baik itu yang ada di kabupaten dan di kecamatan - kecamatan agar hal yang serupa tidak terulang lagi dimasa akan datang, apalagi musim kemarau sekarang ini belum tau pasti sampai kapan berakhir.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




