Diduga Pelaku Penembakan Kantor ESDM Naik Mobil

Minggu, 13 September 2015 | 16:37 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Jendela gedung kementerian ESDM terlihat berlobang bekas tembakan. Insert: proyektil peluru yang digunakan menembak
Jendela gedung kementerian ESDM terlihat berlobang bekas tembakan. Insert: proyektil peluru yang digunakan menembak (Istimewa)

Jakarta - Polisi menduga pelaku kasus penembakan terhadap Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, dengan menumpangi mobil dan melepaskan tembakan dari atas Jembatan Layang Casablanca.

"Anggota sudah dua hari melakukan penyisiran mencari selongsong, namun belum ditemukan. Kemungkinan, apabila ditembakan dari dalam mobil selongsongnya masuk di dalam mobil," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (13/9).

Menyoal apakah pelaku menumpang mobil pada saat melakukan penembakan, Krisna menduga seperti itu.

"Kemungkinan besar (naik mobil). Rekayasa forensik yang dilakukan laboratorium forensik, sudah tergambarkan arah tembakan berasal dari mana. Itu kurang lebih dari atas jalan layang, 35 meter dari kaca bangunan. Kalau 35 meter itu ditarik, posisinya bukan dari bawah tapi sejajar dan itu posisinya di jalan layang," ungkapnya.

Ia menyebutkan, peluru yang menembus kaca di lantai 4 diduga kuat berasal dari senjata api rakitan, bukan senjata api pabrikan.

"Peluru yang masuk dugaannya senjata rakitan. Karena, begitu kena kaca dia jatuh bukan langsung tembus. Kacanya memiliki ketebalan 5 milimeter, lubang di kaca bukan lubang senjata yang sempurna," katanya.

Penyidik yang tergabung dalam Satuan Tugas Khusus, tambahnya, kini terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku misterius yang melepaskan tembakan itu, menggunakan teknik scientific investigation dan mengandalkan teknologi milik kepolisian.

"Ada upaya lain yang sedang kami lakukan dalam rangka membuat terang peristiwa ini yang tidak bisa kami kemukakan ke publik bagaimana teknik dan taktiknya," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon