Jokowi Undang Pengusaha Arab Saudi Investasi di Indonesia

Minggu, 13 September 2015 | 19:58 WIB
NL
B
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: B1
Presiden Joko Widodo menerima penghargaan King Abdulaziz Medal, dari Kerajaan Arab Saudi di Istana Al-Salam Diwan Malaki, Jeddah, 12 September 2015
Presiden Joko Widodo menerima penghargaan King Abdulaziz Medal, dari Kerajaan Arab Saudi di Istana Al-Salam Diwan Malaki, Jeddah, 12 September 2015 (twitter)

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang pengusaha Arab Saudi berinvestasi di Indonesia. Ajakan itu disampaikan presiden saat berpidato pada Forum Bisnis Arab Saudi-Indonesia di Hotel Crown Plaza, Jeddah, Arab Saudi, Sabtu (12/9) waktu setempat.

"Kami telah bersepakat untuk meningkatkan lebih banyak lagi kerjasama dibidang ekonomi, investasi dan bidang perdagangan," kata Presiden Jokowi melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9).

Sebelumnya, Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Presiden Islamic Development Bank (IDB), Ahmed Muhammad Ali Al Madani, dilanjutkan pertemuan dengan Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI), Iyad Madani, dan menerima penghargaan King Abdulaziz Medal di Istana Al Salam Diwam Maliki.

Presiden Jokowi mengatakan berbagai kesepakatan yang dicapai pada Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi akan ditindak lanjuti dengan pertemuan tingkat menteri dari Kerajaan Arab Saudi dan Indonesia.

"Artinya, Saudi Arabia dan Indonesia betul -betul sangat serius untuk meningkatkan kerja sama di bidang investasi dan ekonomi. Komunikasi akan terus dilakukan untuk bisa mengimplementasikan dari semua yang telah disepakati," katanya.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, kata Presiden Jokowi, Indonesia adalah sebuah potensi untuk investasi dan negara negara Teluk. Presiden Jokowi mengatakan, Negara Teluk itu menjadi tujuan pertama kunjungan kenegaraannya, sejak dilantik sebagai presiden ke-7 di republik berpenduduk 250 juta jiwa.

"Arab Saudi dan Indonesia adalah saudara yang amat dekat. Sebagai sesama negara berpenduduk mayoritas muslim kami menyakini bahwa hubungan ekonomi ini betul-betul akan meningkat dalam waktu yang sangat dekat," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan konsentrasi Pemerintah Republik Indonesia saat ini untuk membangun infrastruktur, yang terdiri atas pelabuhan laut sebanyak 24 buah, bandar udara sebanyak 15 buah, jalan tol sepanjang 1.000 kilometer, jalan antarprovinsi 2.650 kilometer, pembanguan 49 dam , dan pembangunan pembangkit listrik 35.000 megawatt serta pengembangan transportasi massal di tiga kota besar.

Tentu saja, kata Presiden Jokowi, anggaran belanja negara Indonesia tidak mencukupi untuk membangun itu semua. Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengundang investor terutama saudara dekat Indonesia yaitu Saudi Arabia.

"Kami menyakini insya Allah kalau komunikasi ini terus dilakukan setiap dua minggu, setiap dua bulan, bertemu dalam forum investasi dan forum-forum ekonomi, kami menyakini hubungan ini akan semakin baik dan semakin meningkat," kata Presiden Jokowi.

Mendampingi Presiden Jokowi pada kesempatan itu, antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Seskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, dan Menteri ESDM Sudirman Said.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon