Ispa Akibat Kabut Asap Mencapai 20.147 Kasus

Selasa, 15 September 2015 | 17:19 WIB
B
YD
Penulis: BeritaSatu | Editor: YUD
Asap tebal menyelimuti sebagian besar wilayah kota Jambi, 25 Agustus 2015. Asap yang diduga bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Jambi tidak hanya menyebabkan tingginya kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan terganggunya penerbangan di Kota Jambi akan tetapi juga menyebabkan transportasi air di Kota Jambi nyaris lumpuh. Asap tebal yang membatasi jarak pandang sekitar 500 meter di Sungai Batanghari, Kota Jambi juga membuat kapal - kapal motor di Sungai Batanghari berhenti berlayar.
Asap tebal menyelimuti sebagian besar wilayah kota Jambi, 25 Agustus 2015. Asap yang diduga bersumber dari kebakaran hutan dan lahan di Jambi tidak hanya menyebabkan tingginya kasus infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) dan terganggunya penerbangan di Kota Jambi akan tetapi juga menyebabkan transportasi air di Kota Jambi nyaris lumpuh. Asap tebal yang membatasi jarak pandang sekitar 500 meter di Sungai Batanghari, Kota Jambi juga membuat kapal - kapal motor di Sungai Batanghari berhenti berlayar. (Suara Pembaruan/Radesman Saragih)

Palembang - Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sumatera Selatan Mulyono, mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (Ispa) akibat kabut asap yang terjadi di daerah itu hingga saat ini tercatat sebanyak 20.147 kasus.

"Kalau kasus infeksi saluran pernapasan akut yang berhubungan dengan kabut asap itu yakni pada Agustus dan September 2015," kata Mulyono di Palembang, Selasa (15/9).

Menurut dia, pada Agustus terdapat 12.477 kasus dan September 2015 sebanyak 7.670 kasus Ispa akibat kabut asap.

Lebih lanjut Mulyono mengatakan, kasus Ispa itu terbanyak di Kota Palembang, karena merupakan kota besar dengan jumlah penduduk yang lebih banyak dan juga sering mendapatkan asap kiriman dari kabupaten/kota lainnya bersebelahan dengan ibukota provinsi tersebut.

Akan tetapi, hal ini masih wajar dan sesuai dengan kondisi Kota Palembang, katanya.

Ia menyatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan terhadap ispa dengan membagikan dan mendistribusikan masker.

"Pendistribusian masker ini telah dilakukan sebanyak 100 ribu unit sejak 26 Agustus dan akan segera didrop kembali sebanyak 100 ribu masker lagi," ujarnya.

Ia menuturkan, untuk pendistribusian masker itu dengan melibatkan SKPD terkait seperti BPBD, BLH, Dinas Kehutanan dan Dinas perkebunan.

Selain itu, lanjutnya, juga ke Pramuka saka bhakti, LSM, mahasiswa dan dinas kesehatan kabupaten/kota di Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.

Pembagian masker ini dilakukan di beberapa tempat seperti perempatan jalan, simpang Charitas, Polda, Simpang DPRD dan Jakabaring, kemudian pasar, sekolah dan terminal, katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon