Polres Bintuni dan Polda Papua Barat Tidak Serius Ungkap Pembunuhan Sadis
Rabu, 16 September 2015 | 15:05 WIB
Jayapura- Polres Bintuni dan Polda Papua Barat dinilai tidak serius mengungkap pembunuhan keji dan sadis terhadap ibu yang hamil empat bulan dan dua anaknya di Teluk Bintuni, beberapa waktu lalu. Bahkan, Bupati Toraja Utara pun sempat datang ke Manokwari untuk bertemu Kapolda Papua Barat, guna membicarakan masalah ini, namun Kapolda tidak menyediakan waktu bertemu Bupati Toraja Utara.
Hal ini dikatakan tokoh masyarakat Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie kepada SP, Rabu (16/9) sore. Ia menegaskan, pembunuhan dua balita dan ibunya yang sedang mengandung di Kabupaten Teluk Bintuni, lebih sadis dibanding pembunuhan Engelina, bocah kelas 2 SD di Bali.
"Pembunuhan merupakan kasus pelanggaran hak asasi manusia berat karena korban dianiaya dengan senjata tajam layaknya seekor hewan ternak, ini adalah keprihatinan saya. Peristiwa ini sangat menghebohkan juga menguras tenaga dan waktu untuk mencari penyelesaian kasus ini. Hukum harus berlaku adil bagi warga negara. Dan saya minta kepolisian, khususnya Polres Bintuni dan Polda Papua Barat, Kompolnas, Mabes Polri, Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Anak dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak untuk turun tangan. Juga bapak Presiden Jokowi," ujar Ketua Gerakan Optimis Papua Barat ini.
Ia mengatakan, jangan hanya kasus Engelina saja Indonesia ribut. Tetapi, kasus pembunuhan ibu hamil dan dua anaknya di Papua dibiarkan begitu saja.
"Ibu yang sedang mengandung dan dua anaknya dibunuh sudah lama, mengapa belum terungkap. Presiden harus memperhatikan kasus ini dan diungkapkan seterang-terangnya siapa pembunuh dan aktor intelektualnya," ujarnya. Dia mengatakan, Kejadian hanya di lokasi kecil di Bintuni, yang semestinya mudah untuk diketahui pelaku, aktor di balik pembunuhan, juga motifnya. "Ini pembunuhan sadis dan biadab," ujarnya.
Dikatakan, pihaknya berharap Kapolri dapat memberikan perhatian serius untuk mengungkap kasus ini dan memberikan jaminan kepada pihak keluarga, khususnya Ikatan Keluarga Besar Toraja di Papua Barat dan di Teluk Bintuni.
Sementata itu, Ikatan Keluarga Toraja (IKT), Papua Barat desak polisi ungkap pelaku pembunuhan sadis di Bintuni, Provinsi Papua Barat yang terjadi pada 25 Agustus lalu. Ikatan Keluarga Toraja Papua Barat, Stefanus Selang mengatakan, hingga saat ini polisi belum menangkap pelaku pembunuhan, namun informasi yang diterima warga setempat menyebutkan, polisi telah menyerahkan kasus tersebut ke Subdenpom Manokwari.
"Ini sangat tidak mungkin, ada upaya polisi untuk menutupi kasus ini. Sebelumnya, polisi telah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, tapi kenapa sampai saat ini polisi belum menangkap pelaku?" ujarnya kepada SP, Rabu sore.
Dikatakn, pihaknya tetap meminta polisi untuk menetapkan pelaku pembunuhan, siapa pun pelakunya, baik warga sipil atau anggota TNI sekalipun. Sebab, jika kasus pembunuhan sadis ini telah diambil alih oleh Sudenpom, berarti ada indikasi keterlibatan anggota TNI dalam kasus tersebut.
Ditegasknnya, IKT Papua Barat berupaya agar kasus ini diselesaikan lewat jalur hukum. "Tak hanya demo damai yang pernah dilakukan ratusan orang ke Polres Bintuni pada 9 September lalu, tetapi koordinasi dengan Polres Bintuni juga dilakukan, lalu IKT pun telah menyurat ke Kapolda Papua Barat dan menyerahkan sejumlah bukti dan kronologis kejadian kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak di Jakarta," ujarnya.
Ia menjelaskan, IKT akan turun ke jalan dan melakukan aksi damai di Mapolda Papua Barat pada 18 September mendatang. "Kami ingin bertemu Kapolda Papua Barat dan menanyakan langsung perkembangan kasus ini. Kami ingin kasus ini juga diketahui seluruh Indonesia maupun dunia. Kenapa kasus Angelina bisa menjadi perhatian semua pihak, tetapi kasus ini yang mengakibatkan dua anak dan seorang ibu beserta bayi yang dikandungnya terbunuh, harus ditutupi? Kami ingin pelaku dihadirkan," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




