KPU Harapkan Tidak Ada Keluhan Saat Penetapan DPT

Jumat, 18 September 2015 | 19:18 WIB
YP
YD
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: YUD
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (tengah) didampingi Anggota Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah (kiri) dan Hadar Nafis Gumay (kanan) memberikan keterangan pers mengenai
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik (tengah) didampingi Anggota Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah (kiri) dan Hadar Nafis Gumay (kanan) memberikan keterangan pers mengenai "Penutupan Pendaftaran Kembali Calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Yang Sebelumnya Hanya Mempunyai Satu Pasang Calon" di Kantor Pusat KPU, Jakarta, Selasa (11/8). (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Jakarta – Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengharapkan agar proses pemutakhiran data pemilih bisa berlangsung dengan baik sehingga tidak ada keluhan lagi saat penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ferry mengharapkan masyarakat, partai politik dan pasangan calon kepala daerah mengoptimalkan waktu pengumuman dan perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk memberikan tanggapan dan masukan.

Sebagaimana diketahui, DPS sudah mulai diumumkan ke publik melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) sejak 10 September lalu sampai 19 September 2015. DPS ini akan diperbaiki lagi mulai 20-25 September 2015.

Berikutnya, penyampaian DPS hasil perbaikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada 26-28 September 2015). Yang diterima PPK adalah hasil rekapitulasi PPS dari pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP).

PPK akan merekapitulasi DPS hasil perbaikan tingkat kecamatan pada 29-30 September 2015 dan disusul penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada 1 sampai 2 Oktober 2015.

"Jadi kita berharap optimalkan (waktu coklit yang ada) kalau memang ada data-data yang belum masuk atau ada daftar pemilih yang menurut masyarakat, parpol maupun pasangan calon belum ter-cover dengan baik," ujar Ferry di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (18/9).

Ferry mengakui sampai saat ini, proses coklit masih berlangsung di tingkat PPS dan hal tersebut menjadi domain atau ranah PPS yang langsung berada di lapangan. Karena itu, dia mengharapkan publik, parpol dan paslon menginformasikan ke PPS jika ada persoalan terkait data pemilih, seperti ada data ganda, pemilih sudah meninggal dunia, atau pemilih sudah pindah domisili atau yang pemilih baru.

"Mudah-mudahan, ini upaya yang memang lebih terbuka dan jangn sampai penetapan DPT pada 2 Oktober, ada komplain lagi. Itu yang kami harapkan. Jika (ada data pemilih) belum ter-cover, itu harus segera disampaikan ke PPS setempat," jelas Ferry.

Sebelumnya, Ferry juga sudah mengingatkan KPU di daerah untuk memanfaatkan media komunikasi secara menyeluruh sehingga informasi tentang pengumuman DPS dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2015 dapat tersosialisasikan dengan baik, Kamis (17/9).

"Jangan sampai ada komplain di KPU, ada daerah tertentu yang tidak mengumumkan DPS nya. Jadi yang terpenting harus disosialisasikan, baik melalui Iklan Layanan Masyarakat (ILM), pertemuan dengan tokoh masyarakat, social media atau alat peraga lain yang kita punya, termasuk juga DPS online yang telah kita ikhtiarkan," ujar Ferry dalam Raker Penggunaan Basis Data Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) Pilkada Serentak 2015, di Kota Pahlawan, Surabaya sebagaimana dilansir website KPU http://www.kpu.go.id.

Ferry juga menghimbau peserta raker untuk terus melakukan kontrol atas proses coklit dan pemutakhiran data pemilih yang saat ini tengah berlangsung.

"Pastikan kita kontrol terus menerus proses ini, semacam quality control dalam aktivitas coklit dan mutarlih. Apakah seluruh PPS (Panitia Pemungutan Suara) sudah mengumumkan DPS di tempat strategis, dan juga apakah sudah menyampaikan DPS ini kepada pasangan calon atau tim kampanye serta kepada panwas," pesan Ferry.

Hal itu perlu dilakukan oleh penyelenggara pemilu sehingga kualitas DPS dan DPT (Daftar Pemilih Tetap) dalam Pilkada serentak 2015 menjadi berkualitas, dan tersampaikan kepada publik dengan baik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon