Peluncuran Buku Biografi Dato Sri Prof. DR. Tahir Dihadiri Petinggi Negeri

Rabu, 23 September 2015 | 21:06 WIB
RA
B
Penulis: Rizky Amelia | Editor: B1
Dato Sri Prof. Dr. Tahir. MBA
Dato Sri Prof. Dr. Tahir. MBA (BeritaSatu.com/Ezra Sihite)

Jakarta - Buku biografi pengusaha dan filantropis Dato Sri Prof. DR. Tahir berjudul Living Sacrifice resmi diluncurkan Rabu (23/9) malam, di Grand Ballroom Shangri-la Hotel Jakarta.

Dalam acara peluncuran buku yang ditulis oleh Alberthiene Endah itu, tampak banyak petinggi negeri yang menyempatkan hadir. Sejumlah menteri Kabinet Kerja, wakil rakyat, mantan pejabat pemerintah, pengusaha, duta besar negara sahabat dan pemimpin redaksi terlihat hadir.

Mereka di antaranya adalah Menteri Perindustrian Saleh Husin, Mantan Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Anggota DPR Maruarar Sirait, Mantan Presiden Ketiga Indonesia BJ Habibie, Agum Gumelar, Hidayat Nur Wahid, Moeldoko, Dai Bachtiar dan Pemimpin Redaksi BeritaSatu.com, Suara Pembaruan dan Investor Daily, Primus Dorimulu.

Acara yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu diawali dengan sambutan dari promotor buku ini, yaitu Rahmat Gobel.

"Saya mengagumi beliau. Saya menyarankan sebaiknya bapak menulis buku supaya banyak yang tahu. Karena lebih banyak yang tahu (kegiatan) sosialnya dibandingkan bisnisnya," kata Rahmat.

Buku ini, kata Rahmat diharapkan bisa menjadi inspirasi untuk pengusaha di Indonesia, terutama para pengusaha muda. Menurut Rahmat, dengan membaca buku ini, para pengusaha diharap bisa lebih tangguh dalam menghadapi globalisasi.

Adapun Habibie, dalam kata sambutannya menghaturkan doa untuk Tahir agar ia selamat dan bisa terus membantu banyak orang tak berada.

"Saya doakan dia selamat, makin kaya agar bisa bantu lebih banyak orang lagi," ujar Habibie.

Sementara Komaruddin Hidayat, berpendapat bahwa buku ini ia jadikan guru dan ruang berdialog. Banyak hal-hal yang menginspirasi, terutama kutipan nasehat-nasehat dari ibunda Tahir.

"Saya ajarkan Tahir empat hal penting. Kejujuran, kerja keras, kemauan untuk berbagi dan kerendahan hati. Jujur agar dipercaya orang , kerja keras agar selamat dalam hidup. Berbagi menjadikan kita kuat dan berdaya. Rendah hati adalah sikap yang disukai Tuhan," kata Komaruddin.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon