Indeks DJIA Naik 113 Poin, Bursa Saham AS Bergerak Variatif
Sabtu, 26 September 2015 | 05:20 WIB
New York-Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di lantai bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (25/9) waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB ditutup menguat. Namun secara keseluruhan indeks bergerak bervariatif akibat pelemahan yang dialami oleh indeks S&P 500 dan juga indeks Nasdaq pada perdagangan akhir pekan ini waktu AS.
Indeks Dow Jones ditutup menguat 113,35 poin atau meningkat 0,7 persen ke level 16.314,67. Sebaliknya, indeks S&P 500 ditutup turun 0,90 poin atau tergerus 0,05 persen ke level 1.931,34. Sementara, indeks Nasdaq ditutup melemah 47,98 poin atau berkurang 1,01 persen ke level 4.686,5.
Penguatan indeks Dow Jones ini dipimpin oleh saham Nike yang naik sembilan persen dan memberikan kontribusi sebesar 66 poin bagi penguatan indeks saham-saham unggulan di bursa Wall Street tersebut pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Nike dilaporkan meraup keuntungan yang signifikan setelah penutupan pasar pada Kamis, yang mematahkan semua yang ada di garis atas dan bawah, harga yang tinggi, dan kekuatan di pasar Tiongkok.
"Saya kira angka yang besar dari bisnis Tiongkok sangat membantu, membantu menunjukkan bahwa pertumbuhan di Tiongkok tidaklah hancur, yang menunjukkan bahwa sisi konsumer masih oke," ujar Senior Equity Strategist UBS, David Lefkowitz.
Penguatan indeks Dow Jones juga dipicu oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen setelah penutupan pasar Kamis, yang menyebutkan bahwa ia secara personal pun mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini.
"Pernyataan Yellen sebelumnya pada malam sebelumnya membawa kembali kita ke jalur bahwa kenaikan tingkat suku bunga tahun ini sehingga hal itu menjadi positif bagi pasar," ujar Chief Market Economist Rockwell Global Capital, Peter Cardillo.
Sedangkan, Financial Advisor dan Senior Vice President UBS Wealth Management Amerika, Alan Rechtschaffen menyebutkan, pernyataan Yellen ini memberikan keyakinan yang besar bagi banyak orang mengenai kondisi ekonomi global.
"Saya kira pernyataan Yellen ini banyak memberikan keyakinan kepada masayarakat bahwa mereka tidak perlu khawatir terhadap kondisi global, yang memberikan volatilitas pada beberapa hari terakhir ini. Ia seorang pembentuk konsensus," tuturnya.
Sedangkan, pelemahan indeks Nasdaq dipelopori oleh anjloknya saham-saham bioteknologi dan turunnya indeks S&P 500 dipelopori oleh anjloknya saham-saham sektor kesehatan seperti United Health dan Johnson & Johnson.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




