Gelar Pemilu Referendum, Warga Catalunya Ingin Pisah dari Spanyol

Minggu, 27 September 2015 | 21:45 WIB
AF
B
Penulis: Andres Fatubun | Editor: B1
Warga Catalunya mengikuti pemilu referendum untuk berpisah dari Spanyol.
Warga Catalunya mengikuti pemilu referendum untuk berpisah dari Spanyol. (AFP/Josep Lago/Josep Lago)

Barcelona - Warga Catalunya hari ini mengikuti pemilu referendum untuk menyatakan kemerdekaannya atau berpisah dari Spanyol. Di Barcelona warga Catalunya yang memasang bendera merah kuning menyemut di 2.700 bilik suara. Menurut sejumlah media Spanyol kaum separatis yang menginginkan kemerdekaan diperkirakan akan memperoleh suara mayoritas.

Pemilu diikuti lebih dari 5,5 juta dari total 7,5 juta warga Catalunya.

Aliansi pro-merdeka yang dipimpin Artur Mas bersumpah akan menindaklanjuti hasil pemilu ini dengan pernyataan kemerdekan pada 2017 seandainya hasil pemilu menghasilkan suara mayorutas di parlemen regional.

Mas menginginkan warganya meniru apa yang dilakukan warga Skotlandia yang ingin berpisah dari Inggris atau Quebec yang menginginkan kemerdekaan dari Kanada.

Kaum nasional Catalunya menyatakan selama ini pemerintah pusat berlaku tidak adil terhadap mereka. Catalunya yang memiliki bahasa dan budaya sendiri selama ini dinilai terlalu banyak memberi pada pemerintah pusat. Sementara yang mereka dapatkan sangat kurang.

Sementara pemerintah pusat menyatakan pemilu ini ilegal dan meminta semua warganya untuk tetap bersatu seiring kondisi perekonomian anggota Uni Eropa yang mulai membaik. Pemerintah Spanyol mendapatkan dukungan dari sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden AS Barack Obama dan PM Inggris David Cameron.

Madrid, atau pemerintah pusat, menyatakan kemerdekaan Catalunya akan merusak Uni Eropa dan mata uang Euro.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon