Gelar Pemilu Referendum, Warga Catalunya Ingin Pisah dari Spanyol
Minggu, 27 September 2015 | 21:45 WIB
Barcelona - Warga Catalunya hari ini mengikuti pemilu referendum untuk menyatakan kemerdekaannya atau berpisah dari Spanyol. Di Barcelona warga Catalunya yang memasang bendera merah kuning menyemut di 2.700 bilik suara. Menurut sejumlah media Spanyol kaum separatis yang menginginkan kemerdekaan diperkirakan akan memperoleh suara mayoritas.
Pemilu diikuti lebih dari 5,5 juta dari total 7,5 juta warga Catalunya.
Aliansi pro-merdeka yang dipimpin Artur Mas bersumpah akan menindaklanjuti hasil pemilu ini dengan pernyataan kemerdekan pada 2017 seandainya hasil pemilu menghasilkan suara mayorutas di parlemen regional.
Mas menginginkan warganya meniru apa yang dilakukan warga Skotlandia yang ingin berpisah dari Inggris atau Quebec yang menginginkan kemerdekaan dari Kanada.
Kaum nasional Catalunya menyatakan selama ini pemerintah pusat berlaku tidak adil terhadap mereka. Catalunya yang memiliki bahasa dan budaya sendiri selama ini dinilai terlalu banyak memberi pada pemerintah pusat. Sementara yang mereka dapatkan sangat kurang.
Sementara pemerintah pusat menyatakan pemilu ini ilegal dan meminta semua warganya untuk tetap bersatu seiring kondisi perekonomian anggota Uni Eropa yang mulai membaik. Pemerintah Spanyol mendapatkan dukungan dari sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden AS Barack Obama dan PM Inggris David Cameron.
Madrid, atau pemerintah pusat, menyatakan kemerdekaan Catalunya akan merusak Uni Eropa dan mata uang Euro.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




