SBY Minta TNI dan Polri Jaga Netralitas
Selasa, 29 September 2015 | 00:22 WIB
Jakarta - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan aparat TNI dan Polri harus menjaga netralitas dalam menjaga roda demokrasi di Indonesia.
Dirinya mengingatkan, kalangan politikus tidak menyeret aparat TNI dalam kegiatan politik praktis untuk menjaga aspek kemurnian netralitas.
"Kepada jenderal, laksamana, tidak boleh tergoda dan memasuki wilayah politik kekuasaan. Kaum politisi jangan pula menggoda, menarik-narik perwira polisi dan TNI agar masuk ke wilayah politik praktis sehingga akhirnya mengingkari sumpah dan ikrar profesionalismenya kepada negara," kata SBY dalam acara bedah buku 'Transformasi TNI: Dari Prajurit Kemerdekaan menuju Tentara Profesional dalam Demokrasi', karya Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo, di Auditorium CSIS, Senin (28/9).
Ketua Umum Partai Demokrat itu menyebut, TNI dan Polri yang bersih dari politik praktis, merupakan amanah sejarah dan masyarakat, yang masih membutuhkan aspek pertahanan dan keamanan sesuai tugas pokok dan fungsi kedua lembaga tersebut bagi bangsa Indonesia.
Dirinya juga memastikan kepada para hadirin yang rata-rata merupakan rekan sejawatnya dari kalangan TNI tersebut, proses menuju perubahan bagi korps TNI ke arah yang lebih baik ke depannya, masih akan terus berlangsung.
"Tak mungkin kita memutar kembali jarum jam. Jangan mempermainkan Tuhan," tukasnya.
"Tidak usah khawatir teman-teman, transformasi akan terus berjalan. Mari kita saling ingatkan agar tidak ada godaan dari kedua belah pihak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




