Fergie: Liverpool Harusnya Pecat Suarez

Minggu, 12 Februari 2012 | 02:28 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Pemain Liverpool Luis Suarez menolak berjabat tangan dengan bek kanan MU Patrice Evra sebelum pertandingan di Old Trafford, Sabtu (12/2).
Pemain Liverpool Luis Suarez menolak berjabat tangan dengan bek kanan MU Patrice Evra sebelum pertandingan di Old Trafford, Sabtu (12/2). (AFP)
Pertandingan MU-Liverpool semakin panas dengan drama perseteruan Patrice Evra dan Luis Suarez.

Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson menyebut Luis Suarez sebagai aib dan menuntut seharusnya pemain Uruguay itu tidak diperbolehkan kembali bermain untuk Liverpool lagi.

Pelatih yang akrab disapa Fergie itu berang karena Suarez menolak berjabat tangan dengan kapten MU Patrice Evra sebelum pertandingan yang dimenangi Manchester United dengan skor 2-1, di Old Trafford, Sabtu (11/2) malam.

Dalam laga kali ini, Suarez akhirnya berhadapan langsung dengan Evra untuk pertama kali setelah menjalani skorsing karena pelecehan rasial terhadap bek kanan United pada pertandingan di Anfield, Oktober 2011.

Evra terlihat terkejut ketika Suarez tidak mau menyambut tangannya pada ritual jabat tangan prapertandingan dan menggenggam lengan pemain Uruguay itu. Bahkan, kiper The Reds, Pepe Reina ikut membela Suarez dengan mendorong Evra yang terlihat ingin menarik tangan Suarez.

Kemudian, rekan setim Evra di United, Rio Ferdinand, merespons ulah Suarez dengan menolak untuk berjabat tangan dengan striker Liverpool itu.

Ferguson mengatakan tindakan Suarez dapat memicu keributan pada pertandingan yang sudah dibanjiri kebencian antara kedua kubu suporter.

"Saya tidak dapat mempercayainya. Saya hanya tidak dapat mempercayainya," kata Ferguson kepada Sky Sport seraya mengingatkan tradisi panjang Liverpool tidak mungkin membiarkan hal itu.

"Saya berbincang-bincang dengan Patrice pagi ini, dan ia mengatakan dirinya akan menjabat tangannya (Suarez). Ia mengatakan dirinya tidak perlu malu karena melakukan hal itu."

"Ia (Suarez) adalah aib bagi klub sepak bola Liverpool. Ia tidak seharusnya diperbolehkan untuk bermain bagi Liverpool lagi."

"Sejarah yang dimiliki klub itu, ia dapat menimbulkan kekisruhan. Apa yang ia lakukan merupakan hal buruk."

"Anda lihat sang wasit. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ini adalah awal buruk untuk pertandingan, dan hal itu menciptakan atmosfer yang mengerikan."

Manajer Liverpool, Kenny Dalglish, mengatakan dirinya tidak melihat insiden tersebut, namun ia kehilangan sikap tenangnya ketika pada wawancara televisi ditanyai apakah hal tersebut telah memicu keributan pada saat turun minum.

"Saya tidak pernah tahu kalau ia tidak menjabat tangannya (Evra). Saya akan mengambil kata-kata anda untuk itu. Hal itu kontras dengan apa yang telah dikatakan pada saya," ucap Dalglish.

"Ini adalah ledakan besar untuk menyalahkan Luis Suarez atas semua yang terjadi hari ini, berapa banyak pelanggaran di sana? Para penggemar akan memiliki sedikit bahan olok-olok."

Tindakan Suarez itu lantas 'dibalas' oleh Evra di akhir pertandingan.
Begitu peluit panjang ditiupkan wasit, Evra berjingkrak-jingkrak sambil mengangkat tangan ke arah tribun pendukung The Reds Devil dekat lorong pemain, yang kebetulan saat itu Suarez tengah berjalan meninggalkan lapangan dengan tampang lesu.

Evra amat mungkin merasa lega karena gol semata wayang Luis Suarez tidak mampu membalikkan keadaan hasil pertandingan tadi malam. Manchester United tetap berjaya dengan unggul selisih satu gol.

Aksi selebrasi Evra sempat memancing keributan. Wasit berusaha menjauhkan Evra dari posisi Suarez. Di saat bersamaan ofisial dan pemain Liverpool tampak kesal dengan tingkah Evra. Kiper Pepe Reina pun terpancing emosi dan menghampiri Evra.

Ofisial MU akhirnya menenangkan Evra untuk menghindari keributan lebih parah.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon