Layanan eKado Bidik 35 Juta Pelanggan Muda Telkomsel
Selasa, 6 Oktober 2015 | 18:28 WIB
Jakarta - Telkomsel, operator terbesar di tanah air, terus mengembangkan layanan digital, demi mewujudkan cita-cita, dari telekomunikasi company (TelCo) menjadi digital company (DiCo).
Mencermati hal tersebut, berbagai inovasi layanan digital terus digenjot. Salah satu layanan yang digenjot dari lini layanan digital advertising adalah layanan eKado. Melalu layanan eKado, Telkomsel menargetkan dapat menggaet sebanyak 35 juta pelanggan kaum muda Telkomsel dari total pelanggan Telkomsel yang sebanyak 149 juta.
Vice President Digital Advertising Telkomsel, Haryati Lawidjaja mengatakan melalui layanan eKado, Telkomsel ingin memberikan sesuatu nilai baru kepada pelanggan muda di Indonesia. Sebab, rata-rata behavior pelanggan Indonesia adalah suka berbagi dan selling.
"Layanan eKado ini memang ditargetkan untuk kamu muda. Sebab, jumlah pelanggan kaum muda kita sekitar 35 juta. Ini menjadi potensi yang besar," kata Haryati di Jakarta, Selasa, (6/10).
ekado adalah layanan untuk melakukan pembelian hadiah online dalam bentuk voucher digital yang hanya bisa dinikmati oleh pelanggan Telkomsel. Layanan eKado hanya eksklusif bagi pelanggan Telkomsel. Pelanggan dapat melakukan pembelian dan pembayaran secara online melalui website www.ekado.co.id, kemudian mengirimkannya dalam bentuk SMS atau MMS kepada penerima.
Setelah memilih jenis hadiah pada situs eKado,pelanggan hanya perlu memasukan nomor tujuan, dan melakukan pembayaran secara online dengan tiga metode pilihan, yaitu dengan menggunakan kartu kredit, tarnsfer ATM, atau internet banking.
Selanjutnya, penerima akan mendapatkan SMS dengan pesan khusu dari pengirim yang kemudian dapat dijadikan voucher dan dapat langsung digunakan di merchant pilihan. Saat ini, produk yang tersedia di situ eKado masih sebatas F&B (Food and Beverage). Ke depannya, akan terus dikembangkan dengan produk-produk lainnya.
"Untuk tahap awal, kita masih sediakan produk F&B. Tetapi ke depannya, kita akan kembangkan lagi, misalnya produk lifestyle maupun produk layanan jasa. Sebab, kita tahu behavior pelanggan Indonesia adalah suka berbelanja dan berbagi. Ini menjadi peluang kita," jelas Haryati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




