BMKG: 90 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera

Senin, 12 Oktober 2015 | 11:38 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Petugas memperhatikan layar monitor wilayah di Indonesia
Petugas memperhatikan layar monitor wilayah di Indonesia (BeritaSatu.com/Rizki Ambarsari)

Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan, 90 titik panas (hot spot) yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan terdeteksi di Pulau Sumatera.

"Paling banyak berada di Sumatera Selatan, dengan 65 titik panas," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, melalui pesan singkat di Pekanbaru, Senin (12/10).

Ia mengatakan, pendeteksian hots pot dengan Satelit Terra dan Aqua, juga terdeteksi di Lampung ada 14 titik, Jambi ada satu titik, dan Bengkulu dua titik. Selain itu, di Riau terdapat delapan titik panas.

"Di Riau ada delapan titik panas yang tersebar di Kepulauan Meranti dan Pelalawan, masing-masing tiga titik dan Bengkalis dua titik," katanya.

Ia mengatakan, secara umum, cuaca Riau dalam kondisi berkabut asap, dengan jarak pandang mencapai satu kilometer (km). Jarak pandang yang buruk terjadi di Kota Dumai, karena hanya mencapai 500 meter (m), kemudian Pelalawan 700 m, dan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 800 m.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Darurat Asap Riau, terjadi kebakaran yang cukup besar di daerah Koto Gasib, Kabupaten Siak.

Komandan Satgas Udara Riau, Marsma TNI Henri Alfiandi, mengatakan, upaya pemadaman dari udara akan terus dilakukan tanpa memandang hari libur. Setiap pagi, tim yang terdiri dari Lanud Roesmin Nurjadin, BPBD Riau, BMKG Riau, dan BPPT yang berada langsung di bawah kendali Satgas Udara saling membahu dalam penanggulangan kebakaran lahan.

"Tak hanya itu, tim juga terus berkoordinasi dengan tim Satgas Darat yang berada di masing-masing wilayah untuk melaksanakan pengecekan langsung ke lokasi untuk memverifikasi keberadaan titik api tersebut," kata Henri, yang juga Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Ia mengatakan, water bombing terus dilakukan oleh tiga helikopter sewaan BNPB, yakni jenis Sikorsky S61A, MI-171 dan Kamov KA32. Kemudian, pesawat Cassa-212 dari BPPT pun melakukan teknik modifikasi cuaca (TMC) ke titik koordinat yang telah ditentukan, sehingga membuat jumlah hot spot yang ada di Provinsi Riau dapat dikendalikan dan diminimalisasi.

Seluruh kegiatan penerbangan heli dan pesawat dikendalikan langsung dan terawasi oleh tim Satgas Udara melalui radar yang dipasang di masing-masing pesawat.

"Ketika api yang ada tidak dapat dipadamkan oleh tim Satgas Darat, maka di sinilah letak peran Satgas Udara untuk segera memadamkan api tersebut dengan mengirimkan helikopternya melaksanakan water bombing," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon