Normalisasi Ciliwung Dituding Rusak Lingkungan, Ini Tanggapan Basuki

Senin, 12 Oktober 2015 | 11:45 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Sungai Ciliwung dipantau dari perumahan Pesona Depok Estate, Jawa Barat
Sungai Ciliwung dipantau dari perumahan Pesona Depok Estate, Jawa Barat (Beritasatu.com/Faisal Maliki Baskoro)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyebutkan, pihaknya bisa berdebat banyak dengan para pengamat terkait tudingan normalisasi Ciliwung yang merusak lingkungan. Menurutnya, normalisasi Kali Ciliwung harus dilakukan, karena boleh ada permukiman di sekitarnya.

"Makanya kita bisa berdebatlah sama mereka. Kan kita tidak semen bawahnya. Saya tanya sama kamu, ini kota sudah jadi. Kalau kamu tidak mau sheet pile (dinding turap) sungai yang di kota, berarti kamu butuh berapa 60 meter lebarnya (terbentuk secara) alami? Bisa tidak kamu korbanin?" ujar Basuki di Balai Kota, Jakarta, Senin (12/10).

Apalagi, kata Basuki, seharusnya lebar Kali Ciliwung idealnya adalah 20-30 meter (m), sedangkan kondisi saat ini tidak seperti itu, akibat adanya permukiman liar. Saat ini, lebar sungai hanya tersisa 5 m, sehingga mengakibatkan penduduk yang tinggal di rumah itu kerap kebanjiran, jika air sungai meluap.

"Kalau mau ngotot pakai sistem yang alami. Ya, mana bisa. Kalau kamu mau begitu pendek, pakai sistem alami, roboh tidak itu (pinggiran sungai) diinjak mobil? Ada beberapa (lokasi sungai) yang kita mau coba alami, roboh akibat mobil parkir," katanya.

Basuki mengaku, sebagai alumus jurusan Geologi dari Universitas Trisakti, ia sedikit banyak mengetahui soal mekanisme tersebut. Ia mengaku tak memiliki nilai yang jelek semasa kuliah.

"Geologi saya tidak terlalu jelek, kok. Saya lulusan tercepat di angkatan saya. Tidak terlalu jelek ilmu Geologi saya," katanya.

Normalisasi berupa sheet pile, katanya, dibutuhkan di kawasan kota karena sudah tidak bisa lagi dilakukan secara alami. Meskipun demikian, untuk sungai yang berada di paling hulu, pihaknya tidak mengandalkan sheet pile, tapi alami.

"Makin ke hulu tidak kita sheet pile, karena di kota tidak bisa (alami). Seluruh dunia, ya sheet pile, tapi makin ke atas tidak. Makanya kita ingin kasih bantuan dana kepada Kabupaten Bogor untuk bisa rapikan ke atas," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon