Selama 1,5 Bulan, 1547 Korban Tewas di Jalan

Selasa, 14 Februari 2012 | 01:26 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
BOGOR, 11/2-KECELAKAAN MAUT. Bus Karunia Bakti tersangkut di halaman sebuah villa setelah menabrak 1 bus, tujuh mobil dan lima motor di jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (11/2). Kecelakaan ini menyebabkan 14 orang tewas dan 47 luka, diantaranya terdapat puluhan korban dalam kondisi kritis.
BOGOR, 11/2-KECELAKAAN MAUT. Bus Karunia Bakti tersangkut di halaman sebuah villa setelah menabrak 1 bus, tujuh mobil dan lima motor di jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor, Jabar, Jumat (11/2). Kecelakaan ini menyebabkan 14 orang tewas dan 47 luka, diantaranya terdapat puluhan korban dalam kondisi kritis. (FOTO ANTARA/Jaffar Khairi)
Polri mengingatkan dan mendorong kepada dinas perhubungan untuk memperketat uji KIR yang terkadang hanya dilakukan secara formalitas.

Malaikat maut benar-benar mengintai di jalan raya. Meski tahun 2012 baru berjalan selama 1,5 bulan, namun angka kecelakaan lalu lintas sudah tinggi dan menonjol. Selama Januari hingga Februari ini sudah terjadi 9884 kasus kecelakaan.
 
"Ada 1547 jiwa yang melayang, 2562 luka berat dan 7564 luka ringan. Dari kasus tersebut yang paling banyak melibatkan sepeda motor yakni 9535 unit, lalu mobil penumpang 1357 unit dan bis sebanyak 207," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution di kantornya, Senin (13/2).
 
Yang lainnya adalah mobil barang 443 unit dan bukan kendaraan bermotor 204 unit. "Kita lihat dari kasus-kasus ini, kita cukup prihatin. Kita melaksanakan koordinasi dengan pihak-pihak lain di jalan raya. Kita mengevaluasi kejadian kecelakaan dan kita cari solusi, sebab dan permasalahannya," tambah Saud.
 
Pihaknya juga mengingatkan dan mendorong kepada dinas perhubungan untuk memperketat uji KIR yang terkadang hanya dilakukan secara formalitas.

"Kecelakaan di (Puncak) Cisarua ini kan karena kondisi kendaraan khususnya rem buruk. Jangan memaksakan kehendak untuk menjalankan kendaraan jika ada masalah, ini kadang terlalu digampangkan hanya karena kejar setoran," ujar Saud.
 
Bila perlu, dia menyarankan, di masing-masing terminal ada petugas yang memeriksa kelaikan bis yang hendak berangkat seperti yang dilakukan petugas di bandara.

"Polisi juga sudah memetakan di mana daerah-daerah rawan kecelakaan. Kita juga sudah melakukan penjagaan terhadap daerah rawan itu," sambungnya.
 
Penyebab kecelakaan yang utama karena penumpang berlebihan, kecepatan tinggi, kondisi pengemudi, kendaraan yang tidak peruntukannya, kondisi jalan dan cuaca.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon