Ratusan Ha Tanaman Pangan di Bengkulu Puso Akibat Kemarau

Rabu, 14 Oktober 2015 | 11:37 WIB
U
B
Penulis: Usmin | Editor: B1
Ilustrasi lahan kekeringan.
Ilustrasi lahan kekeringan. (Antara/Dedhez Anggara)

Bengkulu - Sekitar 395 hektare (ha) tanaman pangan di Provinsi Bengkulu mengalami puso, alias gagal panen akibat musim kemarau selama tiga bulan yang melanda daerah ini. Tanaman pangan puso tersebut tersebar di sejumlah kabupaten di Bengkulu.

"Data yang kita himpun dari beberapa kabupaten di Bengkulu, sampai saat ini ada sekitar 395 ha tanaman pangan milik petani selama kemarau mengalami puso," kata Kepala Bidang (Kabid) Produksi, Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Bengkulu, Rozi Beritasatu.com, di Bengkulu, Rabu (14/10).

Ia mengatakan, tanaman pangan yang mengalami puso akibat kekeringan itu terdiri dari kedelai seluas 274,5 ha, padi seluas 94,5 ha, dan jagung seluas 27 ha.

Tanaman pangan milik petani yang gagal panen akibat kemarau ini, tersebar di Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, dan Seluma. Namun, dia tidak menjelaskan secara rinci luas masing-masing tanaman pangan yang gagal panen tersebut.

"Yang jelas, sampai September lalu ada seluas 395 ha tanaman pangan di Bengkulu yang gagal panen akibat kekeringan, menyusul musim kemarau melanda daerah ini," ujarnya.

Rozi mengatakan, gagal panen ini tidak berdampak terhadap penurunan produksi pangan 2015, karena tidak mencapai 1 persen dari luas tanaman tersebut, terutama padi. Luas tanaman padi di Bengkulu mencapai di atas angka 120.000 ha.

"Meski kemarau panjang melanda Bengkulu, tapi produksi padi 2015 tidak mengalami penurunan signifikan. Kami optimistis, produksi gabah 2015 akan mencapai 1 juta ton," ujarnya.

Keyakinan ini didasarkan pada beberapa daerah sentra produksi padi di Bengkulu yang sudah mulai turun hujan, sehingga tanaman mendapatkan siraman air.

Rozi menambahkan, sejumlah panen raya akan dilaksanakan pada November dan Desember mendatang, antara lain di Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Seluma, dan Bengkulu Selatan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon