Israel Tuding Iran Dibalik Serangan Dua Kedutaannya
Selasa, 14 Februari 2012 | 02:30 WIB
Belum ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan di New Delhi atau percobaan bom mobil di Tblisi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran berada di balik serangan bom mobil di kedutaannya di Delhi dan Tbilisi.
Seperti diketahui, terdapat sebuah mobilyang meledak di kedutaan Israel yang ada di New Delhi dan melukai dua orang. Sementara, polisi Georgia berhasil menjinakkan bom serupa di Tbilisi sebelum meledak.
Netanyahu menyatakan Iran bertanggung jawab atas kedua kejadian tersebut.
"Iran berada di belakang serangan itu. Ia pengirim terbesar teror di dunia," kata Netanyahu kepada anggota partai sayap kanannya, Likud.
Seorang wanita diplomat Israel dan seorang lain, diyakini sopir prianya, luka akibat mobil itu meledak di daerah berkeamanan ketat di Delhi tengah.
"Kami mendengar ledakan dahsyat. Saya dan pekerja saya lalu berlari ke tempat itu dan melihat mobil tersebut terbakar," kata pengawas pompa bensin Ravi Singh kepada wartawan.
"Saya pikir ada seorang wanita dan seorang sopir di mobil itu dan tampaknya seorang lain menariknya keluar. Kemudian truk pemadam tiba di tempat tersebut," katanya.
Polisi India menyatakan memburu seorang pria bersepeda motor, yang diduga menempelkan sesuatu tak lama sebelum mobil itu meledak.
Ledakan itu, yang mengakibatkan kendaraan Israel itu hangus dan menghempaskan pintu belakangnya, terjadi tidak jauh dari kedutaan negara Yahudi itu dan kediaman resmi Perdana Menteri India Manmohan Singh.
Juru bicara kedutaan Israel di New Delhi David Goldfarb memastikan bahwa salah satu penumpang luka mobil itu adalah diplomat Israel, tapi menolak menanggapi lebih lanjut.
"Kami tidak tahu bagaimana itu terjadi," kata Goldfarb.
Joji Philip Thomas, saksi lain, "berkicau" bahwa wanita itu berbicara kepada penyelamat setelah ledakan tersebut.
Polisi India mengepung daerah di sekitar mobil itu dan penyelidik berada di sana.
"Kami memeriksa barang di tempat itu dan belum mendapatkan laporan ahli, sehingga belum dapat mengatakan bagaimana ledakan itu terjadi," kata juru bicara polisi New Delhi Rajan Bhagat kepada kantor berita Prancis AFP.
Bhagat menyatakan tak ada rincian tentang keadaan dua orang luka itu, tapi laporan televisi menyebutkan bahwa salah satu berada dalam keadaan gawat.
Sementara itu, Polisi di ibukota Georgia berhasil menggagalkan serangan lain dengan menjinakkan bahan peledak, yang ditemukan di mobil karyawan kedutaan Israel, kata kementerian dalam negeri negara bekas Soviet itu.
Belum ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan di New Delhi ataupun percobaan bom mobil di Tblisi.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor kepada AFP menyatakan Israel bekerja sama dengan penegak hukum setempat di New Delhi dan Tbilisi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding Iran berada di balik serangan bom mobil di kedutaannya di Delhi dan Tbilisi.
Seperti diketahui, terdapat sebuah mobilyang meledak di kedutaan Israel yang ada di New Delhi dan melukai dua orang. Sementara, polisi Georgia berhasil menjinakkan bom serupa di Tbilisi sebelum meledak.
Netanyahu menyatakan Iran bertanggung jawab atas kedua kejadian tersebut.
"Iran berada di belakang serangan itu. Ia pengirim terbesar teror di dunia," kata Netanyahu kepada anggota partai sayap kanannya, Likud.
Seorang wanita diplomat Israel dan seorang lain, diyakini sopir prianya, luka akibat mobil itu meledak di daerah berkeamanan ketat di Delhi tengah.
"Kami mendengar ledakan dahsyat. Saya dan pekerja saya lalu berlari ke tempat itu dan melihat mobil tersebut terbakar," kata pengawas pompa bensin Ravi Singh kepada wartawan.
"Saya pikir ada seorang wanita dan seorang sopir di mobil itu dan tampaknya seorang lain menariknya keluar. Kemudian truk pemadam tiba di tempat tersebut," katanya.
Polisi India menyatakan memburu seorang pria bersepeda motor, yang diduga menempelkan sesuatu tak lama sebelum mobil itu meledak.
Ledakan itu, yang mengakibatkan kendaraan Israel itu hangus dan menghempaskan pintu belakangnya, terjadi tidak jauh dari kedutaan negara Yahudi itu dan kediaman resmi Perdana Menteri India Manmohan Singh.
Juru bicara kedutaan Israel di New Delhi David Goldfarb memastikan bahwa salah satu penumpang luka mobil itu adalah diplomat Israel, tapi menolak menanggapi lebih lanjut.
"Kami tidak tahu bagaimana itu terjadi," kata Goldfarb.
Joji Philip Thomas, saksi lain, "berkicau" bahwa wanita itu berbicara kepada penyelamat setelah ledakan tersebut.
Polisi India mengepung daerah di sekitar mobil itu dan penyelidik berada di sana.
"Kami memeriksa barang di tempat itu dan belum mendapatkan laporan ahli, sehingga belum dapat mengatakan bagaimana ledakan itu terjadi," kata juru bicara polisi New Delhi Rajan Bhagat kepada kantor berita Prancis AFP.
Bhagat menyatakan tak ada rincian tentang keadaan dua orang luka itu, tapi laporan televisi menyebutkan bahwa salah satu berada dalam keadaan gawat.
Sementara itu, Polisi di ibukota Georgia berhasil menggagalkan serangan lain dengan menjinakkan bahan peledak, yang ditemukan di mobil karyawan kedutaan Israel, kata kementerian dalam negeri negara bekas Soviet itu.
Belum ada pernyataan bertanggung jawab atas serangan di New Delhi ataupun percobaan bom mobil di Tblisi.
Juru bicara kementerian luar negeri Israel Yigal Palmor kepada AFP menyatakan Israel bekerja sama dengan penegak hukum setempat di New Delhi dan Tbilisi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




