Puluhan Lapak PKL Liar di Cilincing Dibongkar
Kamis, 15 Oktober 2015 | 23:11 WIB
Jakarta - Sebanyak 56 lapak dan bangunan liar yang selama ini ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kesatriaan, RT 03 & RT 04/RW 05, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, pada Kamis (15/10), dibongkar para petugas gabungan Kecamatan Cilincing dan instansi terkait.
Keberadaan lapak PKL liar yang selama ini berdiri di atas saluran air tersebut kerap dikeluhkan warga sekitar. Sebabnya, lapak dinilai memicu mampetnya saluran air dan berdampak pada bencana banjir yang kerap melanda permukiman warga saat puncak musim penghujan dan air laut sedang pasang.
Camat Cilincing, Nana Hendriana, mengatakan penertiban tersebut dilakukan atas permintaan warga sekitar yang merasa sangat terganggu dengan keberadaan lapak para PKL.
"Dari aspirasi warga itu, kita langsung turun ke lokasi untuk meninjau keberadaan PKL yang dikeluhkan warga. Setelah itu, kita melakukan sosialisasi kepada para PKL agar membongkar sendiri bangunan mereka," ujar Nana, Kamis (15/10) sore kepada SP.
Dikatakan Nana, lokasi Jalan Kesatriaan akan dibuat menjadi jalan utama dan kebanggaan masyarakat di Kelurahan Cilincing sehingga bisa menjadi percontohan untuk wilayah kelurahan lainnya yang ada di Kecamatan Cilincing.
"Setelah sisa lapak para PKL yang sudah membongkar sendiri bangunannya kita bersihkan hari ini, besok inrit saluran akan kita buka untuk dikeruk. Sebabnya, sampah yang ada di dalam saluran itu sudah mengeras," tambahnya.
Lebih lanjut, Nana mengungkapkan sepanjang satu km bahu Jalan Kesatriaan yang sudah ditertibkan tersebut, setelah dikeruk dan dibangun inrit yang lebih tinggi, akan dibuatkan pot tanaman agar lingkungan tampak lebih hijau dan asri.
Keberadaan lokasi PKL yang titiknya terpencar dari satu titik dengan titik lain membuat Jalan Kesatriaan terlihat tidak teratur dan membuat permukiman warga tampak kumuh.
"Selama ini wilayah Cilincing dikenal gersang dan panas, namun kita ingin mengubah mindset masyarakat tentang wilayah kami. Program penertiban dilanjutkan penghijauan ini, akan kita lakukan berkelanjutan di lokasi-lokasi berikutnya," tutur Nana.
Dalam penataan Jalan Kesatriaan itu, sebanyak 70 Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari Kelurahan Cilincing, 30 petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Cilincing, 15 anggota dari Polsek Cilincing dan Koramil Cilincing diikutsertakan dalam membantu kelancaran penertiban.
Langkah penertiban tersebut mendapat apresiasi dari warga sekitar. Salah satunya yakni, Slamet (47), tokoh masyarakat di RW05 yang mengaku sudah mengusulkan penertiban sejak awal tahun lalu.
"Masyarakat disini sudah capek dan lelah mengingatkan para PKL yang berjualan. Saat kita beritahu baik-baik, mereka tidak menggubris, makanya kita lapor saja ke camat supaya ditindaklanjuti," kata Slamet sembari membantu mengkoordinir petugas PPSU memindahkan lapak kayu milik PKL yang tersisa di atas saluran air.
Menurut Slamet, dari rapat warga dengan pihak kelurahan dan kecamatan, menyepakati penertiban akan dilakukan pada pekan lalu, namun karena para PKL minta diberikan waktu untuk membongkar bangunannya sendiri, maka pemerintah kota memberikan kelonggaran dan baru ditertibkan hari ini.
"Kita manusiawi saja, toh mereka juga pedagang kecil yang mencari nafkah untuk hidup keluarganya, makanya kita dari warga sekitar menyetujui penundaan dari pihak kecamatan," tambahnya.
Hal serupa juga diungkapkan Ketua RW 05, Marsono (52), yang meminta warga sekitar untuk tidak membuat bangunan di atas saluran air.
"Kalaupun mau berusaha harus cari lokasi yang memang legal dan sudah disiapkan oleh pemkot, jangan menggunakan fasos dan fasum di pinggir jalan, karena hal itu akan merugikan masyarakat secara keseluruhan," kata Marsono.
Ia mengungkapkan selain di lokasi sekitar lingkungannya, penertiban PKL juga dilakukan di RT06/RW08 tempat rekan sesama Ketua RW lain yang masih dekat dengan lingkungannya.
"Tadi pak Basiran (Ketua RW 08) telfon, bahwa PKL di wilayahnya juga ditata, jadi memang penataan ini dilakukan secara terpogram dan berkelanjutan," jelasnya Marsono.
Lebih lanjut, pria yang sudah tinggal puluhan tahun di Jalan Kesatriaan itu mengungkapkan sepanjang jalan lingkungannya yang tadinya dipenuhi lapak pedagang makanan, tukang tambal, tukang las dan bengkel akan jauh lebih rapi.
"Jalan ini memang termasuk jalan utama di wilayah Cilincing, karena menghubungkan Jalan Akses Marunda dengan Jalan Sungai Landak yang merupakan pusat pemerintahan karena keberadaan Kantor Camat, Polsek, dan Puskesmas Kecamatan," tutup Marsono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




