Kuartal III, PTPP Raih Kontrak Baru Rp 16,96 Triliun
Senin, 19 Oktober 2015 | 01:44 WIBJakarta- PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) meraih kontrak baru sebesar Rp 16,96 triliun hingga kuartal III-2015, setara 62,8 persen dari target tahun ini Rp 27 triliun. Perseroan optimistis bisa meraih sisa kontrak baru sebesar Rp 10,04 triliun pada kuartal terakhir.
"Kami optimistis karena proyek-proyek pemerintah akan lebih banyak ditenderkan di kuartal empat ini," jelas Sekretaris Perusahaan PTPP Agus Kana kepada Investor Daily, di Jakarta, belum lama ini.
Agus menjelaskan, pihaknya mencatatkan pertumbuhan kontrak baru sebesar 41,3 persen pada periode kuartal III-2015 dibanding periode sama tahun lalu. Hingga saat ini, katanya, perseroan terus membidik proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Kami tidak hanya fokus pada satu jenis proyek saja tapi membidik semua jenis proyek mulai dari perbaikan jalan nasional, jalan tol, pelabuhan seperti perluasan pelabuhan lama di Bali. Proyek lainnya seperti bendungan atau sumber air bersih, proyek pembangkit listrik dan lain-lain," paparnya.
Ia mengungkapkan, proyek BUMN ditargetkan bisa menyumbang 42 persen terhadap target. Lalu, porsi proyek swasta dibidik 39 persen dan sisanya 19 persen dari proyek pemerintah.
Saat ini, PT PP tengah mengikuti 20 tender proyek. Beberapa di antaranya merupakan proyek pembangkit listrik seperti Pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Arun di Aceh 2x 100 MW, dan PLTU di Kalimantan Barat 2x 100 MW. Untuk tender kedua proyek tersebut, perseroan sudah lolos seleksi prakualifikasi.
Perseroan juga tengah membidik beberapa proyek pembangkit listrik lain seperti pembangkit Bali-Jawa 3, Manado, serta Sulawesi Utara. Sementara, saat ini PTPP telah menggarap proyek power plant tenaga diesel (PLTG) berkapasitas 2x200 MW di Gorontalo. Perseroan mendapat kontrak pengerjaan proyek tersebut senilai Rp 1,63 triliun dari PT Perusahaah Listrik Negara (PLN).
Tahun depan, PTPP akan mendapat Penambahan Modal Negara (PMN) senilai Rp 2,25 triliun. Suntikan modal tersebut akan dilakukan lewat mekanisme rights issue pada kuartal II. Perseroan menargetkan dana rights issue sebesar Rp 4,2 triliun.
Seiring bertambahnya proyek-proyek pembangkit listrik yang diperoleh perseroan, PT PP berniat membentuk anak usaha baru khusus untuk sektor energi, yang akan mengelola pembangkit tersebut. "Kami akan berkonsultasi dengan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas syarat yang harus dilengkapi dalam membentuk anak usaha baru tersebut," jelas Agus.
Ia menambahkan, kemungkinan besar anak usaha tersebut baru akan terbentuk tahun depan. Hanya saja, tahun ini perseroan akan memantapkan dan mempersiapkan rencana tersebut.
Saat ini, PT PP telah memiliki tiga anak usaha yakni PT PP Peralatan, PT PP Pracetak dan PT PP Properti Tbk (PPRO).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




