Lulu Lutfi: Saya Hanya Ingin Meredefinisi Lurik
Selasa, 20 Oktober 2015 | 20:58 WIB
Jakarta - Dikatakan perancang mode Lulu Lutfi Labibi, alasan ia gemar mengeksplorasi kain lurik bukan untuk membuat orang menyukai lurik, tetapi ia hanya ingin meredefinisi kain itu. Menurutnya, selama ini lurik identik dengan laki-laki saja, dan pasarnya terbatas. Karena itu, ia mencoba mengangkat salah satu kain nusantara ini sekaligus membantu mengangkat perajinnya dengan meredefinisi dari sudut pandangnya.
"Dulu, lurik dikenal klasik dan hanya dipakai laki-laki. Namun, agar pengrajin dan kain lurik bisa terangkat, maka saya berusaha meredefinisi lurik, supaya kain ini juga bisa untuk penampilan lebih modern dan digunakan perempuan urban," terang Lulu di Jakarta, Selasa (20/10).
Dengan begitu, ia banyak berkreasi dengan lurik dan teknik pembuatan pola dengan menggunting bahan langsung di tubuh model atau manekin (moulage) yang menjadi ciri khasnya, sehingga memberikan tampilan lebih unik dan modern dari kain tersebut.
"Hambatan paling terasa saat bereksplorasi dengan lurik adalah masalah produksi. Karena bahannya terbatas, jadi sulit untuk membuat produk berulang," tutur Lulu.
Selain itu, dikatakanya, perajinnya juga kadang menjadi hambatan. Saat musim panen mereka lebih memilih ke sawah dan meninggalkan aktivitas menenun.
Dengan begitu, akhirnya ia mengadopsi dua teknik yakni lurik yang dibuat dengan ATM (Alat Tenun Mesin) dan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Dengan begitu, ia bisa lebih cepat memproduksi.
"Perbedaannya hanya hasil dari ATBM biasanya tidak halus atau tidak sempurna, tetapi bukan cacat. Sedangkan, dengan ATM lebih rapi dan halus," ungkap Lulu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




