Pemprov NTT Akan Gelar "Tour the Flores" Tahun Depan
Kamis, 22 Oktober 2015 | 15:46 WIB
Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menggelar program 'Tour the Flores' tahun depan. Program ini merupakan upaya Pemprov NTT untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di pulau asal komodo ini.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya menyebutkan, Tour the Flores rencananya akan dimulai dari Labuan Bajo ke Larantuka.
"Nanti peserta bisa bersepeda kemudian mampir ke kampung Warabeo, lihat Pulau Komodo, Danau Kelimutu, dan lihat dulu Taman Laut Maumere," ujar Frans di Anjungan NTT, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jarak dari Labuan Bajo ke Larantuka yang cukup jauh dan mencapai 1.000 kilometer, lanjutnya, bisa dinikmati peserta tur dengan menginap selama beberapa hari di tempat-tempat persinggahan.
"Jadi peserta tidak hanya bersepeda, tapi juga bisa melihat kehidupan masyarakat di sana," katanya.
Kendati demikian, ia mengakui masih banyaknya kendala dalam pembangunan wisata di NTT, terutama dalam bidang infrastruktur. Frans mengatakan, banyak yang harus diperbaiki seperti listrik, jalan, dan perhotelan untuk memperbaiki kualitas NTT sebagai destinasi wisata.
Setiap tahun pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk desa di NTT yang berpotensi menjadi desa wisata sebesar Rp 50 juta.
"Tiap tahun sudah ada anggaran untuk desa wisata sebesar Rp 50 juta. Kami bangun dulu supaya semua maju membenahi destinasi wisatanya untuk infrastruktur, kuliner, dan itu yang jadi tekad kami untuk mendorong pariwisata di NTT," katanya.
Selain itu, untuk melestarikan tenun ikat khas NTT, Frans juga berencana membuat aturan dua hari dalam seminggu para pegawai kantor mesti mengenakan busana tenun ikat. Hal ini dinilainya penting untuk mengenalkan sekaligus melestarikan tenun ikat khas NTT pada masyarakat luas.
"Kami buat aturan tiap hari Rabu-Kamis tidak boleh pakai pakaian lain, harus pakai busana tenun ikat," ucapnya.
Pelestarian tenun ikat ini juga sejalan dengan program pemprov yang ingin menjadikan NTT sebagai negeri sejuta tenun.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTT Adinda Lusia menjelaskan, saat ini sudah ada 42.000 perajin tenun ikat di seluruh NTT. Ia ingin para perajin ini terus diberdayakan untuk meningkatkan ekonomi mereka.
"Tentu kami ingin perajin tenun ikat ini punya penghasilan yang lebih baik. Maka pemprov NTT selalu berupaya meningkatkan produk-produk kerajinan seni budaya dan kuliner NTT sebagai wujud cinta produk dalam negeri," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




