Walhi Nilai Reklamasi Pantura Berdampak Meluasnya Banjir di Jakarta
Kamis, 22 Oktober 2015 | 19:14 WIB
Jakarta - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) khawatir reklamasi pantai utara Jakarta (Pantura) justru dapat menyebabkan kian meluasnya titik-titik banjir di wilayah Jakarta.
Alasannya, saat reklamasi dilakukan, sungai-sungai yang ada di daratan Jakarta akan melandai. Berdasarkan kajian yang dilakukan Badan Pengelola (BP) Pantai Utara Jakarta, perlandaian sungai disebabkan tekanan arus laut dari Teluk Jakarta.
Deputi Direktur Walhi Jakarta, Zaenal Muttaqin, mengatakan kian luas dan lebarnya banjir di wilayah Jakarta terjadi karena di wilayah pinggiran sungai terjadi nol gravitasi. Sementara, dari laut muncul tekanan arus, sehingga air laut yang diam bergerak ke arah daratan.
"Keadaan ini semakin parah dengan adanya penurunan permukaan tanah di Jakarta dari waktu ke waktu. Salah satu penyebab penurunan tanah itu adalah penggunaan air tanah secara terus menerus," kata Zaenal, dalam acara konsultasi publik rancangan peraturan daerah mengenai Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantura Jakarta, di Balai Kota, Kamis (22/10).
Dia menilai, sampai saat ini Pemprov DKI belum memiliki solusi yang tepat guna mengurangi tingginya pemakaian air tanah di Jakarta. Ditambah lagi belum semua warga Jakarta mendapatkan akses air bersih melalui air perpipaan. "Pemprov DKI Jakarta belum memiliki solusi nyata dalam upaya mengurangi penggunaan air tanah di Jakarta," ungkapnya.
Seperti diketahui, ada sembilan pengembang yang terlibat dalam proyek reklamasi 17 pulau di Teluk Jakarta. Sejauh ini, baru dua pengembang yang telah mendapatkan izin pelaksanaan, yakni PT Muara Wisesa Samudera (anak perusahaan Agung Podomoro) untuk reklamasi di Pulau G, dan PT Kapuk Naga Indah (anak perusahaan Agung Sedayu) untuk Pulau C,D, dan E.
Izin pelaksanaan untuk PT Muara Wisesa Samudera diterbitkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pada Desember 2014, sedangkan izin untuk PT Kapuk Naga Indah diterbitkan pada 2012 saat era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




