Atasi Kebakaran, 1.000 Prajurit TNI Diterjunkan ke Sumsel

Kamis, 22 Oktober 2015 | 20:20 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Pangdam  XVII Cenderawasih  Mayjend TNI Hinsa Siburian  tampak sedang memeriksa pasukan di Makodim 1707/Merauke dalam upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran, Senin (19/10) saing di Marauke.
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjend TNI Hinsa Siburian tampak sedang memeriksa pasukan di Makodim 1707/Merauke dalam upacara pelepasan Satgas Penanggulangan Bencana Kebakaran, Senin (19/10) saing di Marauke. (Istimewa)

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali turunkan 1.000 pasukannya untuk mengatasi kebakaran hutan. Kali ini wilayah yang ditunjuk adalah propinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Pelepasan pasukan dilakukan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Fransen G. Siahaan yang mewakili Panglima TNI Gatot Nurmantyo di bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis (22/10).

Para prajurit tersebut dipimpin Kolonel Inf Deddy Sumiadi yang sehari-hari menjabat Aster Divisi-1/Kostrad. Mereka terdiri dari 2 SSY Kostrad 660 personel, 1 SSY Marinir 330 personel dan 10 personel dari kelompok Komando Kostrad. Mereka akan bertugas selama 1,5 bulan sampai dengan 2 bulan kedepan atau disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

Satgas pemadan kebakaran ini menggantikan 1.059 personel satgas sebelumnya yang terdiri dari satu Batalyon 330/Linud-17/Kostrad dan Armed-10/Kostrad (TNI AD), Marinir (TNI AL) dan Paskhas (TNI AU). Mereka telah bertugas sejak September 2015 lalu.

Panglima TNI dalam amanatnya yang dibacakan Asops Panglima TNI menyampaikan apa yang dilakukan adalah tugas mulia bagi para prajurit. Kemuliaan itu terletak pada tugas menyelamatkan ekosistem hutan dan menyelamatkan masyarakat dari dampak sistemik bencana kebakaran yang sedang terjadi.

"Laksanakan tugas mulia tersebut dengan penuh keikhlasan, sesuai pembagian tugas yang diberikan oleh Komando Satuan Tugas yang sudah dibentuk. Perhitungkan dengan cermat taktis di lapangan, dihadapkan dengan resiko yang akan terjadi untuk menghindari terjadinya korban dalam tugas," kata Gatot.

Dia juga meminta para prajuritnya agar dapat menyisir setiap sudut-sudut hutan, yang berpotensi timbulnya titik-titik api kebakaran baru. Caranya dengan mengefektifkan alat pemadam yang dibawa dan mengoptimalkan kerjasama dengan semua pihak untuk bersinergi dalam memanfaatkan segenap potensi wilayah yang ada.

Kemudian diperlukan kreativitas berpikir dan semangat pantang menyerah dari seluruh prajurit untuk dapat mengurangi titik api yang ada. Para prajurit harus bisa melokalisir tempat yang mengalami kebakaran hutan, sehingga tidak sampai menyebar ke tempat lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon