IBC Duga Ada Dana Siluman di RAPBN 2016

Jumat, 23 Oktober 2015 | 03:58 WIB
FQ
YD
Penulis: Firman Qusnulyakin | Editor: YUD
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (kedua kiri) disaksikan Fadli Zon (kiri), Ahmad Hermanto (kedua kanan) dan Fahri Hamzah (kanan) bersalaman dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (depan) di Kompleks Parlemen, Jakarta, 20 Mei 2015
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan (kedua kiri) disaksikan Fadli Zon (kiri), Ahmad Hermanto (kedua kanan) dan Fahri Hamzah (kanan) bersalaman dengan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (depan) di Kompleks Parlemen, Jakarta, 20 Mei 2015 (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Indonesia Budget Center (IBC) menduga ada keanehan dalam belanja Kementerian/Lembaga (K/L).

IBC menemukan ada dugaan dana siluman dalam RAPBN 2016 sebesar Rp23,6 triliun.

Sebab, terdapat belanja yang diperoleh dari 'penundaan' dan 'penambahan' yang dibahas Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran (Banggar).

Peneliti IBC, Roy Salam mengatakan ada dana siluman Rp 23,6 triliun yang terdiri dari tambahan belanja prioritas sebesar Rp 18,1 triliun dan tambahan belanja mendesak sebesar Rp 5,5 triliun.

Kedua jenis belanja tersebut diperoleh dari penundaan belanja K/L sebesar Rp 21,3 triliun dan tambahan PNBP yang diusulkan dalam postur sementara RAPBN 2016.

"Dalam rapat pada 15 Oktober 2015 tanpa melalui proses pembahasan dengan K/L yang bersangkutan dan komisi-komisi terkait, angka tersebut muncul secara tiba-tiba," katanya di Jakarta, Kamis (22/10).

‎Ia menjelaskan, kriteria penundaan dan penambahan anggaran K/L tidak dijelaskan pimpinan Banggar dan Menteri Keuangan.

Menurutnya, kriteria tersebut hanya diberikan pada 21 K/L dengan alokasi Rp 18,1 triliun yang memperoleh tambahan belanja prioritas.

"Dan hanya tiga K/L yang memperoleh tambahan belanja mendesak sebesar Rp5,5 triliun. Ini ada akal-akalan dana siluman yang akan diloloskan," imbuh dia.

Diketahui pagu anggaran 2016 Kemhub menerima Rp 50,2 triliun dan Kempupera menerima Rp 103,8 triliun. Namun, lantaran ada penundaan, dana Kemhub dipangkas Rp 1,6 triliun dan Kempuperan sebesar Rp 2,6 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon