Serangan Tupai Ancam Produksi Kakao Pasaman Barat
Sabtu, 24 Oktober 2015 | 15:55 WIB
Simpang Ampek - Petani kakao di Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengeluh banyaknya hama tupai dan kera yang terus menyerang tanaman mereka.
"Akibatnya hasil panen kakao kami terus mengalami penurunan. Tentu berdampak pada penghasilan petani," kata salah seorang petani kakao di Talamau, Doni di Simpang Ampek, Sabtu (24/10).
Menurutnya, tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian masyarakat di Kecamatan Talamau.
Meskipun demikian pihaknya saat ini sangat merasakan dampak banyaknya hama tupai dan kera yang memakan kakao yang ada.
"Serangan hama tupai dapat menurunkan hasil produksi sampai 50 persen. Hama ini menyerang pertanaman mulai dari buah yang masih muda sampai buah yang matang, sehingga sangat merugikan petani," ujarnya.
Hal yang sama juga diakui petani lainnya, Dones. Ratusan batang tanaman kakao yang menghasilkan buah siap petik di rusak oleh hama tupai satu minggu terakhir.
Penurunan panen kakao membuat pendapatan petani mengalami penurunan hingga 50 persen lebih. Bahkan, biaya perawatan tidak mampu didapatkan dari panen kakao tersebut.
Akibat serangan hama tupai itu maka warga Jorong Simpang Lubuak Baruak Kecamatan Talamau melakukan perburuan tupai dan kera.
Perburuan itu juga melibat komoditas masyarakat pemilik senapang angin. Satu ekor hama tupai dihargai Rp5.000 sampai Rp10.000 dan satu ekor kera ayau monyet dihargai Rp50.000 sampai Rp100.000.
"Mudah-mudahan dengan adanya upaya bersama ini dalam rangka membasmi hama tupai maka tanaman petani tidak kembali dirusak," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




