"Troika" Kepemimpinan IORA Dorong Pemberdayaan Perempuan

Sabtu, 24 Oktober 2015 | 23:46 WIB
NW
B
Penulis: Natasia Christy Wahyuni | Editor: B1
Wakil Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Nomaindiya Mfeketo, Menlu RI Retno Marsudi, dan Menlu Australia Julie Bishop (dari kiri ke kanan), usai menggelar konferensi pers Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-15 di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/10).
Wakil Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Nomaindiya Mfeketo, Menlu RI Retno Marsudi, dan Menlu Australia Julie Bishop (dari kiri ke kanan), usai menggelar konferensi pers Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-15 di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/10). (Foto: Kementerian Luar Negeri)

Padang- Kepemimpinan dalam Asosiasi Negara-negara Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association /IORA) tahun ini dipegang oleh tiga menteri perempuan atau diistilahkan "troika". Ketiganya yaitu Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi sebagai ketua IORA, Wakil Menlu Afrika Selatan Nomaindiya Mfeketo sebagai wakil ketua IORA, dan Menlu Australia Julie Bishop sebagai ketua terdahulu IORA, sepakat mendorong isu pemberdayaan perempuan di Samudera Hindia.

Topik pemberdayaan perempuan sudah mulai digarap sejak keketuaan Australia dalam IORA sepanjang 2013-2015, yang mana saat itu Indonesia menjadi wakil ketua. Menlu Australia Bishop mengatakan Australia berusaha mengarusutamakan isu pemberdayaan perempuan sebagai penggerak ekonomi kawasan.

"Faktanya, lingkar Samudera Hindia memiliki sejumlah tingkat partisipasi terendah untuk angkatan kerja perempuan di mana saja di dunia," kata Bishop dalam pertemuan tingkat menteri IORA di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/10).

Bishop mengatakan peningkatan partisipasi pekerja perempuan akan menaikkan angka produk domestik bruto (PDB) yang bernilai miliaran bagi kawasan. Australia, ujarnya, sudah melakukan sejumlah inisiatif di antaranya menjadi tuan rumah acara pemberdayaan ekonomi perempuan bersama Program Pembangunan PBB (UNDP) di Kuala Lumpur, Malaysia, bulan Agustus 2014. Lalu setahun kemudian, Australia juga menggelar acara pemberdayaan ekonomi perempuan IORA bersama PBB dan Pemerintah Seychelles di Mahe Island, Seychelles, pada Agustus 2015.

"Memberdayakan perempuan secara ekonomi bukan hanya hal yang benar untuk dilakukan, tapi hal cerdas untuk dilakukan," kata Bishop.

Senada dengan itu, Wakil Menlu Afsel, Mfeketo, mengatakan dua pemimpin IORA saat ini adalah perempuan ditambah satu mantan ketua yang juga perempuan, menjadi "troika". Menurutnya, kepemimpinan IORA sebagai bagian dari "troika" akan membawa isu perempuan lebih maju lagi.

"Saya pastinya datang dari Afrika Selatan di mana kami berada di bawah kondisi bahwa perempuan tidak bisa bebas, tidak akan pernah bebas," ujar Mfeketo.

Indonesia memiliki dua agenda utama sepanjang dua tahun keketuaan yaitu menyusun IORA Concord dan mengadakan pertemuan tingkat kepala negara (konferensi tingkat tinggi/KTT) IORA bertepatan dengan hari ulang tahun ke-20 IORA pada 2017 mendatang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon