Koordinator JPPR: Kabut Asap Berpotensi Gagalkan Pilkada
Senin, 26 Oktober 2015 | 10:02 WIB
Jakarta - Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah berpotensi menggagalkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 pada 9 Desember mendatang. Dampak asap tersebut bisa mengganggu tahapan dan menurunkan kualitas Pilkada serentak.
"Jika tidak tertangani serius, kabut asap akibat kebakaran lahan dan hutan bisa menggagalkan pelaksanaan Pilkada serentak 2015. Tahapan-tahapan Pilkada bisa terhambat karena kabut asap ini," ujar Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz di Jakarta, Minggu (25/10).
Masykurudin menilai keberadaan asap bisa mempengaruhi rekrutmen dan bimbingan teknis penyelenggara, proses kampanye pasangan calon, pemasangan alat peraga di tempat-tempat umum dan distribusi logistik Pilkada.
Menurutnya, penyelenggara bisa tidak menghadiri bimbingan teknis dan latihan sebagai sarana untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan karena kabut asap ini.
"Kesempatan masa kampanye dengan tatap muka pasangan calon dengan masyarakat pemilih juga berkurang," ujarnya.
Begitu pula dengan pemasangan alat peraga kampanye di tempat-tempat umum. Kabut asap telah mengurangi jarak pandang masyarakat. Alhasil asap menghalangi pemilih untuk dapat melihat pesan-pesan pilkada dalam spanduk dan baliho.
"Tidak hanya itu, musibah asap juga dapat menghambat distribusi logistik pemilih sampai ke tempat pemungutan suara (TPS)," kata Masykurudin.
Berdasarkan data JPPR, katanya, setidaknya terdapat 48 kabupaten/kota di lima provinsi yang terkena dampak asap kebakaran dan berpengaruh terhadap penyelenggaraan pilkada.
Daerah tersebut adalah 14 daerah di Kalimantan Tengah, tujuh daerah di Sumatera Selatan, sembilan daerah di Riau, tujuh daerah di Kalimantan Barat dan sebelas daerah di Jambi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




