Survei: Jaminan Kesehatan Jadi Program Paling Disukai Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2015 | 16:42 WIB
CO
B
Penulis: Carla Isati Octama | Editor: B1
Diskusi media yang dilaksanakan di kantor pusat BPJS Kesehatan, 28 Oktober 2015.
Diskusi media yang dilaksanakan di kantor pusat BPJS Kesehatan, 28 Oktober 2015. (Beritasatu.com/Carla Isati Octama)

Jakarta - Program jaminan kesehatan menurut hasil survei nasional yang diselenggarakan oleh lembaga survei Indo Barometer, menempati urutan teratas dalam daftar poin keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menurut pandangan masyarakat.

"Dari 1.200 orang yang menjadi responden, sebanyak 15,5 persen mempersepsikan keberhasilan pemerintahan Jokowi-JK terlihat pada pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi masyarakat Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, dalam diskusi media yang dilaksanakan di kantor pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (28/10).

Pencapaian tersebut menjadikan pemberian KIS menempati urutan pertama dalam kategori Persepsi Publik terhadap Pemerintahan Jokowi-JK. Di tempat kedua ada pemberantasan KKN sebanyak 6,5 persen, dan peringkat ketiga adalah pemberian Kartu Indonesia Pintar 5,1 persen.

Tak hanya itu, program kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan juga menduduki peringkat pertama dalam kategori Program Pemerintah yang Paling Disukai Rakyat dengan perolehan sebesar 18,6 persen.

"Meskipun demikian, pemerintah dan BPJS Kesehatan tetap harus bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada masyarakat," ujar Qodari.

Hal ini dikarenakan, dalam kategori Program Pemerintahan Jokowi-JK yang Paling Tidak Disukai, terdapat 3,7 persen responden yang menilai bahwa proses pelayanan kesehatan masih sulit.

"Untuk itu ke depannya diperlukan sinergi yang lebih kokoh antara pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan, tenaga medis, dan mitra kerja lainnya dalam memberi dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia," lanjut Qodari.

Survei Keberhasilan dan Kegagalan Setahun Jokowi-JK ini dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia pada 14-22 September 2015 lalu. Seluruh responden diberi kesempatan untuk memberi jawaban terbuka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon