Kuartal III, Laba Usaha Delta Makmur Capai US$ 64 Juta

Kamis, 29 Oktober 2015 | 18:13 WIB
MF
B
Penulis: Muhammad Rausyan Fikry | Editor: B1
Emiten Delta Dunia Makmur
Emiten Delta Dunia Makmur (Beritasatu.com)

Jakarta – PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) berhasil mencatatkan laba usaha sebesar US$ 64 juta hingga kuartal III – 2015, meningkat dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 60 juta EBITDA tercatat sebesar US$ 139 juta, hampir sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar US$ 140 juta. Marjin EBITDA mengalami peningkatan menjadi 33.9% dibandingkan 31.9% di tahun sebelumnya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Delta Dunia Makmur Errinto Pardede mengungkapkan, perseroan mencatat rugi bersih sebesar US$ 5 juta karena rugi selisih kurs sebesar US$ 20 juta. Sebagian besar merupakan rugi selisih kurs yang belum terealisasi (unrealized).

"Tanpa memperhitungkan rugi selisih kurs, laba bersih persoan mencapai US$ 15 juta," jelas Errinto dalam keterangan resminya, Kamis (29/10).

Dia melanjutkan, pada 2015, perseroan berinisiatif mempercepat pembayaran utang kepada bank (voluntary prepayment) hingga sebesar US$ 10 juta. Total pembayaran pokok utang bank dan sewa pembiayaan pada tahun 2015 sebesar US$ 46 juta.

Posisi utang kontraktual perseroan per 30 September 2015 adalah US$ 688 juta, dengan posisi kas saat ini sebesar US$ 131 juta. Sehingga utang bersih perseroan tercatat sebesar US$ 557 juta. Sampai 30 September 2015, free cash flow tercatat sebesar US$ 116 juta.

"Perusahaan terus menjalankan strategi untuk menjaga arus kas dengan ketat," tuturnya.

Volume pengerjaan pengupasan lapisan tanah sampai hingga kuartal III – 2015 sebesar 201,5 juta bcm (-5.1% year on year/ YoY), sedangkan produksi batubara naik 6,6% YoY atau sebesar 24,8 juta ton batubara.

Volume produksi kuartalan sejak awal tahun sampai dengan kuartal ketiga menunjukkan tren peningkatan. Volume produksi kuartalan pada kuartal ketiga adalah sebesar 72.3 juta bcm dan 8.9 juta ton batubara.

Secara kuartalan, pada kuartal III 2015 ini, perseroan mencapai tingkat tertinggi atas produksi dan profitabilitas usaha. Hal tersebut dapat dilihat dari sisi laba usaha, EBITDA dan marjin EBITDA, dibandingkan dengan hasil kuartalan semenjak awal 2014.

Meskipun kondisi industri batubara masih tertekan dan terus melemah selama dua tahun terakhir, perseroan berhasil membuktikan kemampuannya untuk secara konsisten dan berkesinambungan melakukan tiga strategi utama yaitu: peningkatkan produktivitas, efisiensi di berbagai bidang, serta menjaga kestabilan arus kas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon