Kemhan: Bela Negara Bersifat Sukarela

Kamis, 29 Oktober 2015 | 19:34 WIB
RW
IC
Penulis: Robertus Wardi | Editor: CAH
Ilustrasi peserta pelatihan bela negara
Ilustrasi peserta pelatihan bela negara (youtube.com)

Jakarta - Program bela negara sudah diluncurkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) pekan lalu. Pada tahap awal, kegiatan itu diikuti 4.500 kader dari 45 kabupaten/kota. Mereka terdiri dari 100 calon pelatih inti dari masing-masing kabupaten/kota akan dilatih di Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kemhan Mayjen TNI Hartind Asrin mengemukakan kegiatan bela negara bersifat sukarela. Kegiatan bela negara belum menjadi kewajiban warga negara saat ini.

"Itu sifatnya sukarela. Kami berkewajiban memfasilitasi setiap warga negara yang ingin ikut bela negara," kata Hartind di Jakarta, Kamis (29/10).

Ia menjelaskan kegiatan bela negara akan lebih mengedepankan diskusi soal kenegaraan dan pemecahan masalah yang terjadi dilingkungannya masing-masing. Misalnya bagaimana menghadapi berbagai ancaman masyarakat.

"Ada yang kuliah, ada yang di lapangan. Kelas 70 persen dan 30 persen di lapangan. Yang 70 persen berupa pengetahuan kebangsaan yang akan membangun karakter setiap orang untuk mencintai bangsa dan negaranya. Sementara 30 persen olah fisik lebih kepada membangun leader ship," ujarnya.

Menurutnya, program bela negara bukan baru muncul sekarang. Program itu sudah berjalan sejak 12 tahun. Hanya saat ini, kegiatan itu benar-benar digencarkan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan masalah bela negara bukan hanya tanggung jawab Kemhan, melainkan masyarakat Indonesia. Kegiatan bela negara berdasarkan perintah UUD 1945 Pasal 27.

Menurutnya, kegiatan bela negara adalah sikap dan perilaku kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bela negara merupakan bentuk dan upaya membangun kekuatan untuk kepentingan pembangunan nasional. Kesadaran bela negara penting ditanamkan dalam masyarakat sebagai bentuk revolusi mental, membangun ketahanan nasional, dan dapat memberikan efek deterence bagi negara lain yang ingin coba mengganggu keutuhan bangsa dan negara.

"Bela negara menjadi penentu kemajuan bangsa, kepribadian, dan kebudayaan, dan sejajar dengan negara maju di dunia," ucapnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon