Yayasan APL Santuni 380 Yatim Piatu dan Duafa
Kamis, 29 Oktober 2015 | 22:47 WIB
Jakarta - Pluit City Peduli dibawah Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) memberikan santunan kepada 380 anak yatim piatu warga Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara (Jakut), Kamis (29/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membantu meringankan beban hidup warga sekitar yang kurang mampu.
"Pemberian santunan ini hanyalah salah satu bentuk CSR kami disamping bentuk bantuan lainnya seperti pemberian sarana olah raga, bantuan keagamaan, kesehatan, lingkungan hidup, seni budaya, pendidikan dan lain-lain," ujar Vice President Director Agung Podomoro Land (APL), Noer Indradjaja, usai memberikan santunan di Masjid Jami' Taufikul Mubarok, Kamis (29/10).
Menurut Noer, selain dalam rangka tahun baru Islam yang jatuh pada 14 Oktober lalu, kegiatan pemberian santunan ini juga merupakan bagian dari rasa terima kasih APL kepada warga sekitar yang telah menyambut baik kehadiran Pluit City. Diharapkan kedepan akan makin banyak lagi manfaat yang bisa dipetik masyarakat seperti peluang usaha, kesempatan kerja, serta peluang-peluang positif lainnya.
"Kami juga akan berupaya membentuk sinergi dengan warga Muara Angke dan sekitarnya. Misalnya, dengan memberi pendidikan dan pelatihan agar mereka nantinya siap ikut bekerja di tempat kami dengan bekal keahlian yang didapatkan," tambah Noer.
Setelah Pluit City beroperasi nanti, Noer Indra memprediksi tenaga kerja yang terserap bisa mencapai ribuan orang. Pihaknya akan berupaya untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja dari warga sekitar.
Sementara itu tokoh masyarakat Muara Angke, Ustadz Tubagus Mukri, mengaku, bersyukur, adanya pemberian santunan kepada yatim piatu di wilayahnya. Sebab kondisi ekonomi mereka umumnya sangat berat sehingga membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.
"Mudah-mudahan adanya uluran tangan dari Pluit City ini akan membantu meringankan beban hidup mereka. Saya juga berharap ada uluran tangan dalam bentuk lainnya seperti pendidikan dan pelatihan agar para yatim piatu ini masa depannya bisa lebih baik," katanya.
Lurah Pluit, Purnomo, mengatakan, pihaknya bersyukur atas bantuan yang diberikan terhadap warganya. Sebab langkah ini diharapkan bisa mengurangi gesekan antar warga Muara Angke dengan pihak Pluit City.
"Adanya satu proyek besar di satu wilayah tentunya akan rawan terjadi kesalahpahaman. Pemberian santunan ini saya nilai merupakan salah satu bentuk komunikasi yang baik untuk mengurangi potensi konflik yang mungkin timbul dikemudian hari," kata Purnomo.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




