Pemerintah Pertimbangkan Permintaan Tambah Pesawat

Jumat, 30 Oktober 2015 | 17:27 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Personel TNI AU berjaga di samping Pesawat Beriev BE-200 saat tiba Lanud TNI AU Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Rabu (7/1).
Personel TNI AU berjaga di samping Pesawat Beriev BE-200 saat tiba Lanud TNI AU Iskandar, Pangkalan Bun, Kalteng, Rabu (7/1). (Antara/Prasetyo Utomo)

Jakarta - Bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK), Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna berharap permintaan pengadaan empat pesawat BE-200 guna memadamkan api, dapat disetujui.

Menanggapi permintaan tersebut, JK mengatakan pemerintah masih akan mempertimbangkannya. Terutama, mengenai kesesuaian jenis pesawat dengan kebutuhan.

"Sedang kita pertimbangkan apa (pesawat) yang cocok. Setelah mengevaluasi ini (proses pemadaman saat ini), baru kita ambil keputusan mana yang cocok, apakah cocok BE-200 ataukan yang cocok seperti yang Malaysia punya," kata JK di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (30/10).

Agus mengatakan bahwa BE-200 adalah pesawat amphibi yang sangat diperlukan untuk melakukan water bombing karena kapasitasnya yang besar, mampu menampung 12.000 ton.

"Kalau sekian ribu titik (api) bisa dibayangkan tidak. Pesawat dalam satu hari harus berapa kali mengambil air, kan bisa kita bayangkan. Padahal air di tempat kita saja, di sungai dan danau kering. Berarti harus mengambil air dilaut," papar Agus di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (30/10).

Ditambah lagi, lanjutnya, butuh waktu sekitar setengah jam dari mengambil air di laut sampai ke titik api yang akan dipadamkan. Atas dasar itulah, diperlukan lebih dari satu pesawat jenis BE-200.

Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla (JK) mengatakan Indonesia masih menyewa pesawat Be-200 dari Rusia guna membantu pemadaman api di wilayah Sumatera atau Kalimantan.

Seperti diketahui, ada sekitar 32 helikopter dan pesawat sudah mengudara di Sumatera ataupun Kalimantan. Terkait upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Namun, jumlah tersebut termasuk enam unit berasal dari bantuan Malaysia, Singapura dan Australia, dan sudah kembali ke negara masing-masing.

Selain itu, diturunkan juga tim gabungan melalui darat berjumlah 22.146 personel yang terdiri atas TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga, Badan Penanggulanan Bencana Daerah, Manggala Agni, dan relawan lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon