Hingga Kuartal III, Laba 35 Emiten LQ-45 Capai Rp 41,5 Triliun
Senin, 2 November 2015 | 11:18 WIB
Jakarta - Sebanyak 35 emiten yang tergabung dalam kumpulan saham unggulan dan berkapitalisasi besar (bluechips) indeks LQ45 telah merilis kinerja kuartal III-2015, sementara 10 emiten sisanya belum mempublikasikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Beritasatu.com, laba bersih 35 emiten tersebut mencapai Rp 41,5 triliun atau lebih rendah 7 persen (year on year/YoY), namun naik 5,9 persen secara kuartalan (QoQ).
"Sampai saat ini, kami menilai pencapaian emiten yang sudah merilis kinerja kuartal III 2015 sebagai moderat (atau lumayan), mengingat situasi ekonomi makro secara umum masih kurang menguntungkan," kata riset PT KDB Daewoo Securities yang dipublikasikan, Senin (2/11).
Berdasarkan data olahan KDB, dari 35 emiten yang telah merilis kinerja, sebanyak 11 emiten melampaui estimasi konsensus, tiga emiten mencatat kinerja sesuai dengan estimasi, dan 15 emiten mencatatkan kinerja di bawah estimasi. Adapun enam emiten tidak memberikan estimasi.

Riset itu menyatakan, tiga emiten perbankan yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melampaui estimasi pasar. Laba BCA hingga kuartal III-2015 mencapai Rp 4,827 triliun lebih tinggi dari konsensus sebesar Rp 4,590 triliun, BNI mencapai Rp 3,568 triliun lebih tinggi dari konsensus Rp 3,084 triliun, dan BRI memperoleh laba Rp 6,470 triliun atau melebihi konsensus Rp 4,944 triliun.
Adapun laba PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) hingga kuartal III-2015 mencapai Rp 391,2 triliun atau sesuai dengan estimasi pasar. Adapun laba PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencapai Rp 4,662 triliun, satu-satunya yang di bawah estimasi konsensus yakni Rp 5,431 triliun.
Sementara laba bersih PT Gudang Garam Tbk (GGRM) hingga kuartal III-2015 sebesar Rp 1,704 triliun melampui estimasi pasar sebesar 29 persen, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 1,252 triliun sesuai dengan estimasi, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang lemah mencapai Rp 436,1 triliun lebih rendah dari proyeksi Rp 520 triliun.
Sektor properti, secara umum tidak memenuhi estimasi konsensus yakni PT Alam Sutera Tbk (ASRI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melampaui konsensus sebesar 105,7 persen.
Sektor infrastruktur mencatatkan kinerja mixed, dengan PT XL Axiata tbk (EXCL) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melampaui kinerja, sedangkan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tidak memenuhi estimasi konsensus.
Emiten sektor perdagangan tidak memenuhi estimasi konsensus termasuk PT AKR Corpindo Tbk (AKRA), PT Global Mediacom Tbk (BMTR), dan PT Media Citra Nusantara Tbk (MNCN).
PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) mencatatkan kinerja sesuai estimasi, sedangkan PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dan PT United Tractor Tbk (UNTR) melampaui estimasi. Sektor aneka industri, dan industri dasar serta pertanian mencatatkan kinerja kuartal II-2015 yang lebih lemah dibandingkan harapan.
"Yang tidak terduga adalah pertambangan. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) mengejutkan investor dengan kinerja yang solid," kata riset KDB.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




