Soal Pengelolaan Gambut, Pakar UGM Puji Keseriusan Jokowi

Selasa, 3 November 2015 | 16:41 WIB
NL
FH
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: FER
Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015
Presiden Joko Widodo didampingi Menko PMK Puan Maharani, Menko Polhukam Luhut Panjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono melihat sekat kanal yang dibangun untuk mencegah kebakaran lahan gambut di Pulang Pisau, Kalteng, 31 Oktober 2015 (PR)

Jakarta - Pakar lahan gambut Universitas Gadjah Mada (UGM) Oka Karyanto memuji keseriusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperhatikan kepentingan rakyat kecil serta mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan gambut di Tanah Air.

Saat meninjau kebakaran lahan gambut di Pulau Kalimantan, belum lama ini, Presiden Jokowi memerintahkan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kanalisasi dan penyekatan di lahan gambut.

"Presiden Jokowi benar-benar melihat bahwa masalah pengelolaan gambut ke depan sangat serius. Presiden Jokowi juga meminta dibuatkan pemetaan topografi lahan gambut di Indonesia," kata Oka usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11).

Dia mengatakan, dalam waktu dekat Pokja akan melakukan pemetaan secara detail topografi seluruh kawasan gambut di Indonesia agar gerakan penyekatan kanal dan perbaikan restorasi air dapat berjalan baik.

Lebih lanjut Oka mengatakan, Presiden Jokowi juga meminta kepada Pokja agar memberi ruang gerak yang cukup kepada masyarakat untuk mengelola gambut secara baik. Dia menyebutkan, Presiden Jokowi secara eksplisit mengungkapkan bahwa lahan gambut banyak terdapat di Provinsi Riau, Papua, dan Kalimantan Tengah.

Presiden Jokowi, katanya, memberikan penekanan bahwa Papua harus dipikirkan secara serius karena pada tahun ini terkena bencana asap cukup parah.

"Dampaknya lokasi terpencil yang disuplai pesawat suplai logistik akan terhenti. Presiden Jokowi meminta agar rakyat kecil diberi ruang gerak sebagai model bahwa pengelolaan tanpa pengeringan kanalisasi dengan komoditas yang tidak kalah berharganya ketimbang sawit dan HTI," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon