Pemerintah Bangun Pendidikan di Wilayah Perbatasan

Jumat, 6 November 2015 | 00:43 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Menteri Agama Lukman Hakim.
Menteri Agama Lukman Hakim. (Beritasatu.com/Herman/Herman)

Jakarta- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, wilayah perbatasan negara merupakan prioritas pembangunan nasional sebagai daerah terluas. Wilayah perbatasan ini dalam garis kebijakan pemerintah adalah daerah terdepan yang mengandung potensi yang kuat dalam pertahanan negara maka harus dipertahankan.

Menurut Lukman, wilayah perbatasan adalah garis terdepan untuk titik eksistensi ke-Indonesia-an. Baik dari aspek infrastruktur, pendidikan, kebudayaan, pertahanan, sosial, ekonomi, maupun aspek lain.

"Dalam posisi wilayah perbatasan merupakan wilayah yang akan menjadi perhatian pemerintah dalam rangka mewujudkan eskistensi pembangunan," kata Lukman di Jakarta, Kamis (5/11).

Lukman menambahkan, pembangunan menjadi kunci utama dalam mewujudkan eksistensi keindahan di wilayah perbatasan. Sebab tanpa pembangunan wilayah perbatasan akan semakin kehilangan eksistensi ke-Indonesia-annya. Maka pembangunan akan di dorong dalam memajukan wilayah perbatasan.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menyebutkan, daerah-daerah perbatasan seperti Nunukan, Jayawijaya, Merauke, Belu, Kupang akan menjadi prioritas dalam pembangunan nasional. sebab sebagaiama yang diketahui wilayah perbatasan merupakan wilayah yang selama ini tidak banyak tersentuh pembangunan. Terlihat dari infrastruktur yang belum memadai, akses pendidikan masih rendah, tingkat perekonominan masyarakat masih butuh percepatan, dan pertahanan negara yang masih terbatas.

Belum tersentuhnya pembangunan, menurut Lukman, membuat masyarakat perbatasan merasa negara kurang hadir di tengah- tengah mereka. Hal tersebut yang mendorong pemerintah untuk merespon kegelisahan pembangunan yang dirasakan oleh para masyarakat, terutama pendidikan agama dan keagamaan.

Lukman menyebutkan, ke depannya misi pemerintah akan memberikan layanan pendidikan agama dan keagamaan sebagai garis depan pembangunan di wilayah perbatasan. "Wilayah perbatasan menjadi prioritas dalam pembangunan pemerintah," ujarnya.

Dia menambahkan, ke depannya pemerintah akan serius untuk memajukan pendidikan agama dan keagamaan dalam bentuk madrasah, pesanteran, diniyah, majelis taklim, serta layanan pendidikan nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon