Apel Terpusat di Polsek Koja, Susetio Minta Anggota Polsek dan Polres Bersinergi
Jumat, 6 November 2015 | 15:41 WIB
Jakarta - Kepolisian Resort (Polres) Metropolitan Jakarta Utara, Jumat (6/11) menggelar apel terpusat di Kepolisian Sektor (Polsek) Koja perdana yang dihadiri oleh seluruh jajaran Kapolsek dari enam Polsek dan Kepala Satuan (Kasat) di tingkat Polres dan perwira lainnya.
Apel terpusat yang baru digelar perdana itu rencananya akan digelar rutin setiap hari Jumat di Polsek yang berbeda-beda setiap minggunya, agar sinergi antara Polsek dan Polres di wilayah hukum Jakarta Utara bisa semakin terjalin dan kinerja anggota melayani masyarakat meningkat pula.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahyadi, mengatakan hubungan antara Polres dengan Polsek seperti anatomi tubuh manusia, bila Polres dianalogikan sebagai kepala, maka Polsek merupakan tangan dan kaki dalam hubungan yang tak terpisahkan.
"Setiap hari Jumat kita akan gelar apel di polsek, anggota harus tahu bahwa hubungan Polres dan Polsek itu seperti keluarga besar dan tidak boleh bergerak sendiri-sendiri, harus ada komunikasi intens agar Polsek mengetahui apa yang polres inginkan dan sebaliknya," ujar Susetio, Jumat (6/11) pagi di halaman parkir Markas Polsek Koja.
Hubungan antara Polres dan Polsek, menurut Susetio bukanlah sistem hubungan seperti mandor dan buruh yang bila saat ada mandor, para buruh bekerja optimal, namun disaat tidak ada mandor maka buruh bekerja dengan lambat.
"Kalau Anda hanya mau melayani diri sendiri, datang ke Polsek hanya baca koran, nunggu sampai jam empat sore lalu pulang maka Anda salah dahulu masuk ke institusi Polri, jangan mengeluh apabila ada tugas yang datang kapanpun itu," lanjutnya.
Ia juga meminta jajaran aparatnya untuk bertindak tegas namun terukur pada pelanggar hukum dan kriminalitas sesuai Pedoman Polisi Berbasis HAM yang diluncurkan awal pekan lalu.
"Masyarakat sekarang ini memiliki kecenderungan untuk mudah sekali melanggar aturan tetapi tidak takut terhadap polisi, bahkan adapula bentuk pelanggaran hukum yang dilakukan oknum masyarakat di tingkatan Polsubsektor tetapi polisi tidak melakukan penindakan tegas," ucap Susetio.
Hal seperti itu, dikatakannya karena budaya masa lalu yang harus dirubah dengan kebiasaan baru agar masyarakat tidak lagi skeptis terhadap bentuk-bentuk pelanggaran hukum sekecil apapun, sehingga keteraturan sosial dapat terwujud.
"Kita tingkatkan kepuasan masyarakat Jakarta Utara terhadap kinerja kepolisian, jangan mengeluh bila ada panggilan tugas saat malam hari sekalipun, anggap pelayanan kepada masyarakat itu sebagai tugas sakral yang bila dijalankan dengan baik akan membawa berkah dan hidayah," tambah mantan Kepala Biro (Karo) Sumber Daya Manusia (SDM) Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau itu.
Lebih lanjut, Susetio mengaku tidak akan meninabobokan anggota dengan kondisi yang nyaman namun menyalahi aturan dan melanggar sumpah jabatan untuk mengabdi sepenuhnya kepada masyarakat dan institusi Polri.
"Banyak atasan saya yang bilang ke saya kalau saya itu karakternya keras dan bila berbicara itu nylekit, tapi buat saya itu tidak masalah asalkan itu untuk kebaikan orang itu. Jika memang anggota saya berprestasi, tentu akan saya apresiasi, namun bila mereka banyak melakukan pelanggaran sekecil apapun, maka sanksi teguran lisan dan sidang kode etik akan kita lakukan," kata Susetio.
Baginya, untuk menjadi polisi yang baik itu ada dua prasayat utama yang paling mendasar, yakni:
1. Menegakkan hukum secara adil, cepat, pasti, tidak berpihak, jujur, dan hasil kerja memberikan kepastian kamtibmas kepada masyarakat
2. Mengutamakan polisi berbasis komunitas dengan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Polisi Gowes On The Weekend, Polisi Sapa Masyarakat, Kring Serse, Integrasi Aplikasi 'Si Pokdar' dengan Qlue, dan lain-lain.
"Semua anggota di tingkat Polsek bantu Kapolsek dengan tulus dan prima, bantu Polres, kurangi pelanggaran, gunakan empati, hatinya jangan mati dengan suara masyarakat," tutup Susetio.
Menurut hasil pengamatan di lapangan, seluruh personel Polsek Koja ikut serta dalam apel tersebut, termasuk di antaranya Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuldi Yuswan; Kapolsek Pademangan, Kompol Andi Baso Rachman; dan Kapolsek Cilincing, Kompol Muhammad Supriyanto yang baru mejabat dan mengikuti prosesi serah terima jabatan pada Sabtu (31/10) lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




