LSI: Islah Golkar Tidak Berpengaruh pada Pilkada

Jumat, 6 November 2015 | 23:21 WIB
RW
B
Penulis: Robertus Wardi | Editor: B1
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono (kiri) dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan usai acara Syukuran dan Silaturahmi Nasional Partai Golkar di Jakarta, 1 November 2015.
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie (kedua kanan), Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono (kiri) dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan usai acara Syukuran dan Silaturahmi Nasional Partai Golkar di Jakarta, 1 November 2015. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengemukakan rencana islah Partai Golkar (PG) tidak berpengaruh banyak pada pemenangan pilkada. Alasannya, waktu untuk pilkada sudah terlalu mempet. Kalaupun Golkar jadi islah, prosesnya hingga ke daerah-daerah tidak cepat.

"Islah di tingkat pusat belum tentu secara cepat menggerakan dan menyatukan Golkar di bawah. Karena tak sedikit Golkar daerah yang terfragmentasi mendukung calon yang berbeda di pilkada," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di Jakarta, Jumat (6/11).

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu maka mesin Golkar tidak bisa secara cepat solid. Setelah islah di pusat, Golkar di daerah membutuhkan penyesuain di internal. Kesibukan internal ini membuat mesin partai tidak fokus mengurusi urusan pilkada.

"Ini tentunya merugikan Golkar. Karena Desember nanti jumlah daerah yang pilkada sangat banyak. Islah ini baru akan efektif pada pilkada selanjutnya. Mereka bisa sejak awal menyatu dalam pencalonan maupun kampanye," tutur Adjie.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon