Hidup Lebih Aktif Lewat Kampanye "Brrrgerak 30"
Minggu, 8 November 2015 | 17:41 WIB
Jakarta - Coca-cola Indonesia melalui gerakan Indonesia SeGar (Sehat dan Bugar) kembali menggulirkan kampanye "Brrrgerak 30". Melalui kampanye ini, Coca-cola berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas dokter, praktisi kesehatan, dan berbagai komunitas muda, mempromosikan pentingnya melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang atau moderat minimal 30 menit per hari sebagai langkah awal menuju hidup yang lebih sehat dan bugar.
Communications Manager Coca-cola Indonesia, Andrew Hallatu, mengatakan, di tengah kemajuan jaman, bahaya dari pola hidup yang santai atau kurang gerak menjadi tantangan bersama. Lewat ajakan kampanye tersebut, lanjut dia, pihaknya ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyuarakan pentingnya untuk kembali kepada pola hidup yang lebih aktif.
"Kami berharap ajakan "Brrgerak 30" ini setidaknya bisa menjadi sesuatu yang mudah diingat dan dimengerti oleh masyarakat, untuk selalu menyisihkan waktu, minimum 30 menit setiap hari, untuk beraktivitas fisik yang lebih," ungkap dia dalam siaran persnya, Minggu (8/11).
Andrew mengatakan, WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Deases Attributable to Selected Major Risk menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas fisik atau physical inactivity termasuk dalam atribut penyebab kematian peringkat ke-4 tertinggi setelah Hipertensi (darah tinggi), diabetes (kencing manis) dan merokok.
Di Indonesia sendiri, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukan bahwa secara umum, 26,1 persen proporsi penduduk Indonesia masih tergolong memiliki gaya hidup kurang aktif (sedentary/kurang beraktivitas fisik).
Bahkan, hampir separuh (44,2 persen) proporsi penduduk kelompok umur di atas 10 tahun di DKI Jakarta berada dalam kategori kurang aktif. (sumber: Tabel 12.6: Proporsi penduduk umur ≥10 tahun sesuai jenis aktivitas fisik, Riskesdas 2013)
Menurut Andrew, selain menggulirkan berbagai program yang menginspirasikan generasi yang lebih aktif, pihaknya menambahkan fasilitas latihan fisik di sejumlah taman kota. Sejak tahun lalu, pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah dan Dinas terkait telah menghadirkan tujuh Active Park di taman-taman di Jakarta. Penerimaannya masyarakat sangat positif dan tahun ini enargetkan untuk menambah 12 Active Park lagi, dan 2 (dua) diantaranya dibangun di taman Kota Bandung.
"Lewat Active Park, kami membangun fasilitas latihan fisik berupa Outdoor Gym untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, untuk mendorong dan memudahkan mereka bisa hidup lebih aktif," tutup Andrew.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




