Kerugian Gempa Alor Rp 49,75 M
Minggu, 8 November 2015 | 19:59 WIB
Jakarta - Gempa yang mengguncang Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/11), menimbulkan kerugian Rp 49,75 miliar.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (8/11), nilai kerugian tersebut meliputi sarana jalan, jembatan, dan irigasi (Rp 40 miliar), sarana perumahan (Rp 4 miliar), sarana pendidikan dan sekolah (Rp 1,5 miliar), fasilitas ibadah/gereja (Rp 750 juta), serta bangunan pemerintah (Rp 3,5 miliar).
Dikatakan, penanganan darurat dampak gempa bumi 6,2 skala richter (SR) masih terus dilakukan hingga saat ini. Wilayah terdampak meliputi 5 kecamatan dan 18 desa. Gempa tersebut menyebabkan dua orang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan.
Sebanyak 884 rumah mengalami kerusakan yang tersebar di Kecamatan Alor Timur 735 unit, Kecamatan Alor Timur Utara 10 unit, Kecamatan Lembur 4, Kecamatan Alor Timur Laut 53 unit, dan Kecamatan Alor Selatan 82 unit. Kerusakan terparah terjadi di Desa Maritaing, Kolana Selatan, Padang Panjang, Alor Timur. Sebagian besar rumah di sana mengalami kerusakan.
Selain itu ada 51 gedung sekolah, puskesmas, rumah ibadah, dan perkantoran rusak.
"Pendataan masih terus dilakukan. Jarak antardesa berjauhan dan aksesnya juga tidak mudah. Beberapa ruas jalan tertutup longsor. Alat berat dan personel TNI dikerahkan untuk membuka jalan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, air bersih, pelayanan kesehatan bagi pengungsi, bahan bangunan, MCK, susu, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




