Twitter Akui Diam-diam Ambil Data Ponsel Pengguna
Jumat, 17 Februari 2012 | 01:38 WIB
Selain mengambil data kontak, Twitter juga merekam seluruh kegiatan pengguna.
Twitter membuat pengakuan yang mengejutkan, bahwa mereka telah mengambil data pribadi yang tersimpan di dalam ponsel pengguna, seperti daftar kontak, nomor telepon dan alamat e-mail.
Saat pengguna mengunduh aplikasi Twitter dan meng-klik "Find Friends", mulai saat itulah layanan microblogging ini akan merekam semua data yang dimiliki pengguna di server Twitter dalam tempo 18 bulan.
Tak hanya mengambil data di daftar kontak, Twitter juga merekam seluruh kegiatan browsing pengguna, IP address, situs yang dikunjungi, operator seluler, sampai kata kunci pencarian.
Seperti dikutip dari laman Dailymail, juru bicara Twitter, Carolyn Penner mengatakan, pihak Twitter dalam waktu dekat akan memperbarui aplikasi pengambil data pribadi tersebut untuk mengetahui apakah ada perubahan data dari masing-masing pengguna.
Kegiatan merekam data dan aktivitas pengguna ini oleh banyak pihak dinyatakan dapat melanggar privasi pengguna. Namun, pihak Twitter menyatakan bahwa mereka tidak melanggar privasi penggunanya.
"Kami hanya ingin komunikasi dengan para pengguna layanan kami menjadi lebih jelas dan transparan," kata Carolyn.
Menurut Carolyn, dalam aplikasi Twitter yang baru, layanan ini akan memberikan fitur tambahan, seperti pilihan bahasa yang lebih komplet.
Pihak Twitter sendiri menyatakan, untuk kalangan pengguna yang keberatan daftar kontak ponselnya direkam, mereka dapat menghapusnya dengan menggunakan "remove" link dari webpage Twitter.
Twitter membuat pengakuan yang mengejutkan, bahwa mereka telah mengambil data pribadi yang tersimpan di dalam ponsel pengguna, seperti daftar kontak, nomor telepon dan alamat e-mail.
Saat pengguna mengunduh aplikasi Twitter dan meng-klik "Find Friends", mulai saat itulah layanan microblogging ini akan merekam semua data yang dimiliki pengguna di server Twitter dalam tempo 18 bulan.
Tak hanya mengambil data di daftar kontak, Twitter juga merekam seluruh kegiatan browsing pengguna, IP address, situs yang dikunjungi, operator seluler, sampai kata kunci pencarian.
Seperti dikutip dari laman Dailymail, juru bicara Twitter, Carolyn Penner mengatakan, pihak Twitter dalam waktu dekat akan memperbarui aplikasi pengambil data pribadi tersebut untuk mengetahui apakah ada perubahan data dari masing-masing pengguna.
Kegiatan merekam data dan aktivitas pengguna ini oleh banyak pihak dinyatakan dapat melanggar privasi pengguna. Namun, pihak Twitter menyatakan bahwa mereka tidak melanggar privasi penggunanya.
"Kami hanya ingin komunikasi dengan para pengguna layanan kami menjadi lebih jelas dan transparan," kata Carolyn.
Menurut Carolyn, dalam aplikasi Twitter yang baru, layanan ini akan memberikan fitur tambahan, seperti pilihan bahasa yang lebih komplet.
Pihak Twitter sendiri menyatakan, untuk kalangan pengguna yang keberatan daftar kontak ponselnya direkam, mereka dapat menghapusnya dengan menggunakan "remove" link dari webpage Twitter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




