Pekan Depan, Poros Muda Golkar Akan Temui JK dan Akbar

Kamis, 12 November 2015 | 21:33 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
(dari kiri ke kanan) Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar (PG) versi Munas Bali Idrus Marham, Ketua Umum DPP PG Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan PG Akbar Tandjung saat berbincang sebelum Upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibaata, Jakarta, 20 Oktober 2015.
(dari kiri ke kanan) Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar (PG) versi Munas Bali Idrus Marham, Ketua Umum DPP PG Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan PG Akbar Tandjung saat berbincang sebelum Upacara Ziarah di Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibaata, Jakarta, 20 Oktober 2015. (Suara Pembaruan/Carlos Paath)

Jakarta - Poros muda Partai Golkar (PG) akan terus menemui sejumlah tokoh senior Golkar untuk mencari jalan keluar atas konflik yang terjadi selama satu tahun terakhir ini. Mereka akan meminta pandangan dari para sesepuh Golkar bagaimana mengatasi dualisme kepemimpinan yang terjadi sekarang.

Salah satu inisiator Poros Muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan pihaknya akan terus melakukan safari politik dengan menemui para sesepuh Golkar. Dalam waktu dekat, mereka akan menemui mantan Ketua Umum Golkar sekaligus Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

"Senin depan kami akan ketemu Pak Akbar, lalu kami akan menemui Pak JK, kemudian Pak Luhut," kata Doli usai menemui politisi senior Golkar Ginandjar Kartasasmita di Jakarta, Kamis (12/11).

Ia menjelaskan, hasil dari rangkaian pertemuan dengan senior Golkar itu akan disampaikan ke Aburizal Bakrie (ARB) dan Agung Laksono (AL). Mereka diminta tanggapan atas masukan para senior tersebut dalam menyelesaikan konflik yang ada.

Sebelumnya, Poros Muda Golkar telah menemui Ketua Mahkamah Partai Munas Riau Muladi. Keinginan besar mereka adalah segera dilakukan musyawarah nasional (munas) untuk melahir‎kan kepengurusan baru.

"Intinya meminta akhiri konflik Golkar. Ini tak menguntungkan siapa-siapa. Simpatisan itu sudah capai dan di pilkada ada kader yang memilih independen. Ini situasi buruk dan mengancam partai. Jadi didorong kedua pihak bertemu dan melakukan musyawarah mufakat secara cepat," ujar Doli.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon